BANTUL– Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar (MA), Dr. KH. Jazuli Juwaini, MA, MM, meresmikan sekaligus melantik Pengurus Wilayah (PW) Mathla’ul Anwar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Pengurus Daerah (PD) Mathla’ul Anwar Kabupaten Bantul di Bantul, Sabtu (3/10/2026).
Peresmian PW MA DIY ini menjadi bagian dari penguatan struktur organisasi Mathla’ul Anwar secara nasional.
PW MA DIY resmi tercatat sebagai wilayah ke-31 yang telah diresmikan oleh PB Mathla’ul Anwar.
Dalam sambutannya, Jazuli Juwaini berharap kehadiran PW MA DIY dapat semakin mengokohkan kiprah Mathla’ul Anwar di Yogyakarta melalui tiga risalah utama organisasi, yaitu pendidikan, dakwah, dan sosial.
Ia menegaskan, kehadiran Mathla’ul Anwar di Yogyakarta bertujuan untuk memperkuat dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Untuk itu, Mathla’ul Anwar siap membangun kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam yang telah lebih dahulu berkembang di Yogyakarta, seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).
“Mathla’ul Anwar hadir untuk bersama-sama memperkuat sinar dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Kita tidak datang untuk berkompetisi, tetapi untuk berkolaborasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi umat, bangsa, dan negara,” ujar Jazuli.
Jazuli juga mengapresiasi langkah PW MA DIY yang telah menunjukkan aktivitas nyata di bidang pendidikan meski baru resmi berdiri. Salah satunya melalui Santren School yang menaungi pendidikan PAUD dan TPA Islam Terpadu di Jetis, Bantul, serta penyelenggaraan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk program Kejar Paket B dan C di Imogiri.
Usai acara, Ketua Umum PB MA bersama jajaran pengurus PW menyempatkan diri mengunjungi kedua lembaga pendidikan tersebut. Selain memberikan motivasi, mereka juga berdialog dengan para pendidik dan peserta didik PKBM yang mencakup kelompok ibu rumah tangga dan lansia yang tetap memiliki semangat belajar tinggi.
Menurut Jazuli, keberadaan lembaga-lembaga tersebut menjadi bukti bahwa Mathla’ul Anwar di DIY telah memiliki fondasi awal yang kokoh. Ia optimistis lembaga pendidikan ini akan terus berkembang melalui sinergi dengan pemerintah daerah maupun pusat.
“Jumlah santri dan murid yang cukup banyak menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat. Ini modal yang sangat baik. Saya optimistis di bawah naungan Mathla’ul Anwar, lembaga pendidikan ini akan semakin maju,” ungkapnya.
Selain penguatan sektor pendidikan, Jazuli berpesan agar PW MA DIY segera melengkapi struktur organisasi hingga tingkat daerah (PD) serta menghidupkan kegiatan syiar Islam di tengah masyarakat melalui pengkaderan, majelis taklim, dan pengajian.
Ia juga mendorong penguatan kaderisasi dai agar mampu menyebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin sekaligus memperkuat pemahaman akidah Ahlussunnah wal Jamaah.
“Dakwah harus terus bergerak. Kita harus menyiapkan kader-kader dai yang mampu hadir di tengah masyarakat dan menyampaikan ajaran Islam secara sejuk, moderat, serta membawa kemaslahatan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Jazuli mengingatkan bahwa Mathla’ul Anwar merupakan organisasi yang memiliki sejarah panjang sejak didirikan pada tahun 1916 dengan komitmen memajukan umat dan bangsa. Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran pengurus untuk terus memperkuat silaturahmi dan kolaborasi dengan berbagai komponen masyarakat.
Siapkan Konsolidasi dan Program Nyata
Sementara itu, Ketua PW Mathla’ul Anwar DIY, Assoc. Prof. Dr. Yuni Pratikno, menyampaikan rasa syukur atas pelantikan dan pengukuhan kepengurusan PW MA DIY.
Pihaknya akan segera melakukan konsolidasi internal serta merumuskan program-program nyata untuk memperkenalkan dan memperkuat eksistensi Mathla’ul Anwar di DIY, khususnya pada sektor pendidikan dan sosial kemasyarakatan.
“Kami sangat bersyukur kepengurusan Mathla’ul Anwar DIY resmi dilantik. Setelah ini kami akan berkonsolidasi dan merumuskan program yang riil dan dampaknya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” kata Yuni.
Yuni menegaskan komitmen PW MA DIY untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, berakhlak karimah, serta berwawasan kebangsaan melalui sinergi bersama pemerintah dan elemen masyarakat lainnya.
“Mathla’ul Anwar harus menjadi rumah besar untuk amal saleh serta kemajuan umat, bangsa, dan negara, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan sekretariat organisasi sebagai ruang terbuka atau “rumah rakyat” bagi masyarakat untuk bersilaturahmi, belajar, dan mengaji, tidak sekadar menjadi pusat administrasi.
Menghadapi era modern, PW MA DIY turut berkomitmen memanfaatkan teknologi digital untuk mengoptimalkan jangkauan dakwah, pendidikan, dan layanan sosial.
“Muruah Mathla’ul Anwar sebagai organisasi yang moderat harus terus kita jaga. Di saat yang sama, pemanfaatan teknologi digital harus dioptimalkan agar dakwah dan program organisasi dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas,” pungkas Yuni.***