Lomba Orasi Mahasiswa Jakarta, AMAN Isi Ruang Apresiasi Program Prabowo

JAKARTA — Dewan Pengurus Pusat Aliansi Mahasiswa Nusantara (DPP-AMAN) menggelar Lomba Orasi Mahasiswa Jakarta dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Kegiatan yang diikuti 10 kampus dan 15 peserta dan ratusan penonton ini mengangkat tema “Orasi Keberhasilan Program Presiden Prabowo” tersebut digelar di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).

Lomba orasi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan, pandangan, dan aspirasi mengenai berbagai program pemerintah Presiden Prabowo Subianto.

Pembina DPP AMAN, Muhammad Fadli, mengatakan Lomba Orasi Mahasiswa Jakarta ini digelar untuk mengisi ruang apresiasi terhadap berbagai program pemerintah yang dinilai berhasil menyentuh persoalan masyarakat.

Menurut Fadli, selama ini kritik terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto cukup banyak disuarakan berbagai pihak.

Namun, kata dia, masih relatif sedikit pihak, termasuk mahasiswa, yang berani menyampaikan apresiasi terhadap program pemerintah berdasarkan data dan fakta di lapangan.

“Kami di sini mengisi ruang-ruang yang tidak berani diisi orang lain berdasarkan data dan fakta yang ada di lapangan,” ujar Fadli

Fadli mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat yang menurutnya menjadi bentuk kehadiran negara bagi masyarakat miskin, termasuk masyarakat di daerah pelosok.

Dia menilai kehadiran Sekolah Rakyat menjadi salah satu terobosan karena tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga menyediakan kebutuhan peserta didik seperti makanan, pakaian hingga asrama.

“Negara hadir pada masalah-masalah substansial yang selama ini tidak pernah disentuh oleh para pemimpin sebelumnya,” paparnya.

Fadli mengakui berbagai program pemerintahan Prabowo juga mendapatkan penolakan dari sejumlah kelompok.

Dia menyebut kelompok oligarki dan kapitalis sebagai salah satu pihak yang dinilai memiliki kepentingan terhadap kebijakan pemerintah.

“Program-program Presiden banyak yang menentangnya, yaitu dari kalangan oligarki dan kapitalis. Kami bersama Presiden akan melawan kaum oligarkis dan kapitalis,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Pusat AMAN, Agus Muliara menegaskan mahasiswa memiliki posisi strategis dalam mengawal jalannya pemerintahan.

Menurutnya, mahasiswa tidak boleh hanya menjadi kelompok yang memberikan kritik, tetapi juga harus mampu menyampaikan apresiasi ketika menemukan kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Agus menegaskan Lomba Orasi Mahasiswa Jakarta bukan dimaksudkan untuk membungkam kritik terhadap pemerintah. Sebaliknya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan secara terbuka, kritis dan konstruktif.

“Justru kami ingin mahasiswa berani bersuara. Kritik boleh, apresiasi juga harus. Yang terpenting semuanya disampaikan berdasarkan data, fakta dan kepentingan rakyat,” katanya.

Dia berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan generasi mahasiswa yang kritis sekaligus konstruktif dalam mengawal pemerintahan.

Adapun beberapa Kampus di Jakarta yang ikut Lomba Orasi yaitu Universitas Al Azhar Indonesia, Institut Bisnis dan Komunikasi Swadaya (SWINS), Universitas Cakrawala, Institut STIAMI,Universitas Pertiwi, Universitas Nasional, Universitas Ary Ginanjar, dan UIC dll

Yang menjadi Juara di lomba orasi Mahasiswa yang diadakan oleh Aliansi Mahasiswa Nusantara ialah M. Al-Farabi Universitas Al Azhar juara 1, Rahmad Syafe’i juara 2 Universitas Jambi, Sultan Aminy Universitas Cakrawala Juara, Syahrullah kampus STIAMI juara harapan 1. ***

Comments (0)
Add Comment