JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menilai keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M akan menjadi bagian dari keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto secara keseluruhan.
Hal tersebut disampaikan Gus Irfan usai meninjau kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026, Senin (26/1/2026).
“Keberhasilan Kementerian Haji tentu berdampak langsung pada keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo, karena kementerian ini merupakan bagian dari pemerintahan beliau. Oleh karena itu, seluruh proses harus dipastikan berjalan sebaik mungkin,” ujar Gus Irfan.
Ia menegaskan pentingnya kesiapan dan semangat para petugas haji, mengingat mereka menjadi ujung tombak pelayanan Kementerian Haji dan Umrah di Arab Saudi.
“Saya ingin memastikan para petugas benar-benar siap dan memiliki semangat tinggi, karena merekalah yang berada di garis terdepan pelayanan jamaah,” katanya.
Menurutnya, hasil pemantauan menunjukkan kesiapan petugas di daerah kerja, yakni Daker Madinah, Daker Makkah, dan Bandara sudah berjalan baik.
Diklat kali ini sudah masuk pada tahapan pembagian tiga Daker, PPIH sudah mendapatkan penyampaian materi, pembagian pola kerja, hingga pengaturan konsumsi jamaah.
“Semua sudah dipersiapkan dengan cukup matang. Pembagian tugas di tiga wilayah, yakni Daker Makkah, Daker Madinah, dan Bandara, juga telah diatur secara jelas,” ujarnya.
Gus Irfan Yusuf berharap persiapan panjang yang telah dilakukan mampu menghasilkan penyelenggaraan ibadah haji yang lebih baik.
“Para petugas ini adalah kunci keberhasilan Kementerian Haji. Keberhasilan mereka akan sangat berpengaruh langsung terhadap keberhasilan penyelenggaraan haji secara keseluruhan,” pungkasnya. (*/Nandi)