Menhaj Tutup Operasional Haji 2026, Angka Kematian Jemaah Turun 20 Persen

SURABAYA – Menteri Haji dan Umrah RI M. Irfan Yusuf, yang akrab disapa Gus Irfan, secara resmi menutup seluruh rangkaian operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.

Dalam konferensi pers, Gus Irfan memaparkan sejumlah capaian yang dinilai signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini kami fokus pada tiga hal: keadilan kuota, efisiensi biaya, dan peningkatan kualitas layanan. Alhamdulillah, biaya haji turun Rp2 juta tanpa mengurangi mutu. Bahkan menurut pengakuan jemaah, pelayanan justru meningkat,” kata dia.

Untuk memastikan kekhusyukan ibadah, Kemenhaj mengerahkan 527 pembimbing ibadah kloter dan 36 musyrif yang disebar di sektor-sektor Makkah dan Madinah. Mereka bertugas memastikan seluruh rangkaian ritual jamaah sesuai tuntunan.

Di sektor kesehatan, Kemenhaj menyiapkan skema layanan berlapis. Total ada 45 klinik satelit di Mekah dan Madinah, Klinik Kesehatan Haji Indonesia KKHII, serta kerja sama langsung dengan rumah sakit di Arab Saudi untuk penanganan kasus berat.

Dari sisi administrasi keuangan, Gus Irfan merinci sebanyak 135.300 jemaah melakukan pembayaran BPIH melalui BSI, 53.560 jemaah melalui bank lain.

Sebanyak 6.453 jemaah menunaikan dam, dan 4.048 jemaah memilih haji ifrad sehingga tidak wajib membayar dam.

Gus Irfan melaporkan, kloter UPG 43 Embarkasi Makassar telah mendarat. Itu menjadi tanda bahwa seluruh jemaah haji Indonesia gelombang II telah dipulangkan ke Tanah Air sesuai target.

Terkait duka, Kemenhaj mencatat 367 jamaah dan 1 petugas haji wafat di Arab Saudi selama musim haji 2026.

“Jumlah ini masih cukup besar bagi kami, tapi sudah jauh lebih kecil dibanding tahun-tahun sebelumnya. Turun sekitar 20 sekian persen,” jelasnya.

Ia memastikan keluarga almarhum berhak mengajukan klaim asuransi jiwa.

Nilai pertanggungannya setara BPIH dan akan ditransfer langsung oleh perusahaan asuransi ke rekening keluarga.

Sementara itu, sebanyak 60 jamaah masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.

“Kami masih meninggalkan tim khusus untuk memantau perkembangan mereka,” ujar Gus Irfan.

Gus Irfan menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo, DPR Komisi VIII, seluruh petugas, dan media.

Ia memberikan penghormatan khusus kepada almarhumah dr. Fitria dari Bau-Bau yang gugur saat bertugas.

“Evaluasi total akan kami lakukan akhir pekan ini selama 3 hari. Tapi tim kami tidak pernah berhenti. Selesai haji 2026, kami langsung menyiapkan operasional 2027,” pungkasnya.***

Comments (0)
Add Comment