MAKKAH – Jemaah haji Indonesia yang kini berada di Madinah, dalam dua hari ke depan akan dilakukan pendorongan ke Makkah.
Setelah antusias beribadah di Masjid Nabawi, jemaah juga setelah di Makkah diprediksi akan meningkatkan intensitas ibadah, terlebih di Masjidil Haram.
Tingginya antusiasme beribadah jemaah ini sering kali membuat mereka mengabaikan kondisi fisik.
Mengingat cuaca panas saat ini di tanah Arab Saudi, petugas mengingatkan jemaah agar bijak mengatur ritme ibadah dan jangan sampai memporsir tenaga, demi menghindari risiko gangguan kesehatan serius.
Kepala Seksi PKP2JH dan Jemaah Lansia-Disabilitas PPIH Daker Mekah, Ridwan Susuwanto menyoroti fenomena “euforia ibadah” yang memicu banyak jemaah mengabaikan istirahat yang cukup.
Menurut pengalaman yang ditemui, pemahaman jemaah bahwa ibadah haji adalah kesempatan sekali seumur hidup menjadikan banyak jemaah menghabiskan waktunya di dalam Masjidil Haram.
“Banyak jemaah fokusnya langsung ibadah begitu sampai di Madinah atau Mekah. Mereka merasa ini momen sekali seumur hidup, jadi fokusnya ibadah terus, digeber. Bahkan ada yang sampai semalaman hingga Tahajud,” ujar Ridwan di Kantor Daker Makkah, Selasa (28/4/2026).
Ridwan menjelaskan, bahwa semangat seperti ini sering kali berbenturan dengan jadwal wajib dari jemaah.
Jika kondisi fisik sudah terkuras, jemaah dikhawatirkan malah jatuh sakit saat harus mengikuti kegiatan lainnya.
Selain kurang tidur, petugas menemukan masalah lain seperti jemaah sengaja mengurangi minum. Banyak jemaah khawatir jika sering minum, akan sering buang air kecil dan repot harus keluar-masuk masjid untuk wudhu kembali.
“Banyak jemaah yang takut wudhu-nya batal. Apalagi kalau sudah di dalam Masjidil Haram, posisi sudah nyaman di shaf depan, tiba-tiba kebelet kan repot. Mencari tempat wudhu itu jauh, belum tentu bisa kembali ke tempat semula karena pintu masjid banyak yang serupa,” ungkap Ridwan.
Tips Mencegah Heat Stroke
Padahal, kombinasi antara cuaca panas, kelelahan, dan dehidrasi adalah pemicu utama terjadinya heat stroke. Petugas mengimbau jemaah untuk menerapkan metode minum berkala.
“Sering minum itu berkala setiap lima menit minum dua teguk, sehingga kecukupan cairan dalam tubuhnya itu terjaga,” kata dia.
Petugas berharap jemaah tetap memprioritaskan kesehatan dan menjaga stamina agar tetap dalam kondisi prima hingga puncak haji mendatang. (*/Red)