MCH – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyiapkan layanan penerbangan haji 2026 bagi sekitar 102 ribu jemaah.
Para jemaah haji kali ini yang tergabung dalam 78 kelompok terbang (kloter) dengan dukungan 15 armada pesawat pada musim haji tahun ini.
General Manager Garuda Jeddah, Nano Setiawan, menegaskan bahwa keberhasilan operasional penerbangan haji tidak hanya ditentukan oleh maskapai, tetapi juga oleh kedisiplinan seluruh pihak, terutama jemaah saat proses pemulangan ke Tanah Air.
“Kami sangat siap untuk melayani jemaah dengan menyiapkan sumber daya yang terbaik untuk memberikan pelayanan kepada jemaah haji Indonesia,” ujar Nano ditemui usai acara doa bersama Daker Bandara di Madinah, Selasa (21/4/2026).
Selain keberangkatan, Nano juga mengingatkan jemaah saat akan pulang nantinya. Khususnya terkait barang bawaan yang akan dibawa ke tanah air.
“Ketepatan penerbangan itu tergantung kita semua. Terutama saat pemulangan, barang bawaan menjadi faktor krusial,” ujarnya.
Menurut Nano, salah satu tantangan yang kerap muncul adalah banyaknya barang bawaan jemaah yang tidak sesuai ketentuan, khususnya air zamzam yang dibawa secara tidak prosedural.
Ia mencontohkan, masih ditemukan jemaah yang mencoba menyiasati pemeriksaan dengan membungkus botol zamzam menggunakan lakban agar lolos dari X-ray.
“Zamzam itu tetap terdeteksi di X-ray. Kadang dikira dengan disolasi tidak ketahuan. Kalau dalam satu kloter ada 1 botol dan di temukan di 200 koper, ada 200 botol air zamzam, itu sangat merepotkan dan bisa mengganggu jadwal penerbangan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti perlunya pendekatan komunikasi yang tepat kepada jemaah, agar memahami aturan penerbangan internasional. Karena itu edukasi dinilai menjadi kunci untuk meminimalisasi kendala di bandara.
Dia mengandalkan peran ketua kloter dalam memastikan seluruh jemaah telah mematuhi aturan, termasuk terkait kelengkapan dokumen dan barang bawaan sebelum masuk ke pesawat.
“Peranan ketua kloter sangat penting untuk memastikan semua sudah siap, baik dokumen maupun bagasi. Edukasi kepada jemaah harus terus diperkuat,” katanya.
Dengan koordinasi yang baik antara maskapai, petugas, dan jemaah, Garuda berharap operasional haji dapat berjalan dengan baik dan lancar. (*/Red)