Petugas Linjam yang Satu Ini Aktif Bantu Jemaah Siasati Bagasi Overload Saat di Bandara 

MADINAH – Di tengah kesibukan proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air, petugas Perlindungan Jemaah (Linjam) Daerah Kerja (Daker) Bandara, Peltu M. Firdaus, memiliki cara tersendiri untuk membantu para jemaah yang mengalami kelebihan bagasi saat hendak pulang dari Arab Saudi.

Firdaus kerap membantu jemaah menyiasati barang bawaan yang melebihi batas ketentuan maskapai, khususnya bagi penumpang Saudi Airlines yang dikenal menerapkan pemeriksaan bagasi lebih ketat.

Salah satu cara yang dilakukan adalah meminta jemaah mengenakan pakaian atau gamis yang semula dimasukkan ke dalam koper.

“Kadang kami bawa jemaah haji kita ke pojokan ruang tunggu, agar bisa lebih banyak lagi memakai baju baju gamis untuk oleh-oleh keluarga mereka di Indonesia,” ujar M. Firdaus, Kamis (18/6/2026).

Petugas yang sehari-hari bertugas di Mabes TNI itu mengaku kerap membantu jemaah mengenakan pakaian berlapis-lapis agar berat barang bawaan mereka berkurang dan dapat lolos pemeriksaan keamanan di ruang keberangkatan internasional.

“Saya memang ‘dandani’ jemaah haji kita agar barang-barang bawaan mereka bisa lolos pemeriksaan di keberangkatan internasional, khususnya penumpang Saudi Airlines,” tambah ayah tiga anak tersebut.

Menurut Firdaus, tidak sedikit jemaah yang membawa banyak oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman.

Karena itu, berbagai cara dilakukan agar barang-barang tersebut tetap bisa dibawa pulang tanpa melanggar aturan yang berlaku.

“Kadang sampai sembilan atau sepuluh lapis,” ujarnya.

Pemandangan unik pun kerap terjadi. Jemaah yang semula bertubuh ramping mendadak tampak lebih gemuk karena mengenakan pakaian berlapis-lapis.

Situasi tersebut sering kali mengundang tawa, baik dari petugas maupun jemaah itu sendiri.

“Ada yang juga malu malu pakai baju berlapis-lapis, tapi karena demi rasa cintanya kepada keluarga di Indonesia, akhirnya mereka pun mau juga memakainya. Bahkan, ada baju yang diikatkan di perut dan dikalungkan di leher, pokoknya yang penting lolos pemeriksaan di ruang keberangkatan internasional, nanti setelah naik pesawat, baru diatur lagi,” paparnya.

Firdaus menjelaskan, pemeriksaan barang bawaan penumpang Saudi Airlines memang lebih ketat dibandingkan dengan maskapai Garuda Indonesia.

“Kalau penumpang Garuda, kemarin ada yang bawa rice cooker, lolos,” ungkapnya.

Meski terkesan tidak biasa, upaya yang dilakukan petugas Linjam tersebut bertujuan membantu jemaah agar dapat membawa pulang oleh-oleh yang telah mereka beli selama berada di Tanah Suci.

Bagi Firdaus, membantu jemaah melewati proses keberangkatan dengan lancar memberikan kepuasan tersendiri.

Terlebih ketika para jemaah berhasil melewati pemeriksaan dan bersiap kembali ke Indonesia.

“Ada kebanggaan tersendiri saat mereka melambaikan tangan, menyampaikan terimakasih,” ungkap Peltu yang baru pertama kali menjadi Petugas PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi itu.

Menurutnya, ucapan terima kasih dan senyum para jemaah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi petugas yang bertugas melayani dan melindungi jemaah selama proses pemulangan berlangsung. (*/Red/MCH-2026)

Comments (0)
Add Comment