Intinya semua jalur yang mungkin dapat membikin mereka menggasak duit korban. Menurut pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi, meski trik ini sederhana sekali, tetap saja bisa ada korban terjebak karena panik.
Salah satu yang nyaris menjadi korban adalah pengguna Twitter dengan nama Jet Veetlev.
Ia ditelepon oleh nomor +1(500)888 pada Kamis, (18/2/2021). Jet awalnya menolak telepon itu, tapi ada nomor lain yang menghubunginya dan menyuruhnya jangan menolak telepon karena itu betul nomor BCA resmi.
Si penipu menyebut dia terkena phising sehingga kartu kreditnya melakukan transaksi tanpa sepengetahuannya. Si penipu meyakinkan Jet dengan menyebutkan batas saldo dan alamat rumah. Pelaku lantas menawarkan memblokir kartu kredit tersebut.
“Dia minta saya menyebutkan kode yang muncul di SMS, agar dibatalkan (transaksi),” kata Jet ketika dihubungi reporter Tirto, Selasa (16/3/2021). Penelepon juga meminta Jet menggunting kartu kreditnya dan menyebutkan nomor card verification value (CVV). Ia curiga karena tak ada pemberitahuan resmi yang didapat via surel atau nomor telepon.
Akhirnya instruksi tersebut tak dilakukan. Jet memutuskan sambungan telepon kemudian menghubungi HaloBCA yang resmi. Pihak BCA mengatakan ada satu transaksi yang berhasil. “Rp1,8 juta. Uangnya akan dikreditkan kembali oleh BCA setelah laporan saya diproses bank,” sambung Jet.
Kepada reporter Tirto, Senin, Ismail mengatakan penipuan ini bisa jadi merupakan sindikat karena banyak nasabah yang terjerat di waktu bersamaan.