“Kalau punya nomor internasional, bisa jadi jaringannya juga internasional.” katanya. Nasabah harus waspada agar tak menjadi korban, katanya mengingatkan. Caranya dengan tidak mengunggah keluhan agar tak ‘disambar’ penipu. Lalu teleponlah pihak bank atau kirimkan pesan langsung ke akun resmi jika ada masalah.
Sementara pihak bank semestinya lebih proaktif. “Langsung penipu itu di-reply. Jadi, nasabah langsung tahu. Bank mengingatkan itu akun palsu,” kata Ismail. Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F Haryn merespons temuan Drone Emprit.
Ia mengingatkan beberapa hal: pertama, nomor resmi HaloBCA adalah 1500888, tanpa tambahan apa pun di bagian depan nomor; kedua, Twitter resmi Bank BCA adalah @halobca bercentang biru; ketiga, WhatsApp resmi Bank BCA adalah 0811-1500-998 dengan logo verified (centang hijau).
“Untuk menghindari berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan bank atau pihak lainnya, kami mengimbau kepada nasabah untuk menghindari mengunggah informasi pribadi di media sosial, waspadai telepon, chat, SMS, atau email yang mencurigakan, mengecek ulang semua informasi yang didapat,” terang Hera ketika dikonfirmasi reporter Tirto, Senin.
Lebih Giat Direktur Eksekutif Institute Criminal for Justice Reform Erasmus Napitupulu mengatakan temuan Drone Emprit menegaskan bahwa tindak pidana penipuan seperti ini masih marak, hanya saja beralih lewat media sosial. Saking banyaknya, menurutnya jika semua pelaku penipuan dijebloskan ke penjara.