Sengkarut Pengadaan Alat Tes Covid-19, Negara Berpotensi Rugi

Selain Sansure, BBPTKLPP Jawa Timur juga mengembalikan reagen Liferiver ke BNPB. Alat tersebut juga tak dapat dipakai. Reagen merek itu hanya dapat digunakan pada satu tempat, atau biasa disebut single pleat.

Kendati sudah menyampaikan bahwa kedua barang tersebut tak dapat digunakan, kata Joko, BNPB masih menawarkan barang yang sama kepada BBPTKLPP.

“Kami tidak bisa menerima. Kalaupun ada kiriman, langsung dialihkan ke laboratorium atau rumah sakit yang cocok,” ujar Joko.

Tidak hanya laboratorium yang mengembalikan reagen bantuan dari BNPB. Rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 juga berbondong-bondong mengembalikan alat kesehatan itu.

Alasannya, selain ketidakcocokan mesin, proses pengujian lama, ada juga yang mendekati kedaluarsa.

Rumah Sakit Universitas Airlangga, Surabaya tercatat mengembalikan reagen Liferiver karena mendekati kadaluarsa.

Riwayatnya tercatat dalam surat Nomor 2095/UN3.0.1/TU/2020 pada 3 September 2020 perihal pengembalian reagen PCR Covid-19 merk Liferiver.

Dalam surat tersebut dijelaskan, kondisi reagen Liferiver nomor lot P20200404 mendekati kedaluarasa pada 19 Oktober 2020.

Kepala Hubungan Masyarakat RS Unair Brihastama Sawitri mengatakan, sebanyak 1.850 tes reagen Liferiver dikembalikan ke BNPB.

“Waktu itu memang kami kembalikan,” kata Brihastama via telepon, Jumat 12 Maret 2021.

Sementara Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) meminta BNPB untuk mengambil kembali 10 ribu reagen merek Wizprep melalui surat F0.03.04/VIII.1/1640/2020.

RSCM mengungkapkan, reagen yang diterima pada Agustus 2020 itu, tidak dapat digunakan lantaran waktu ekstrasinya lebih lama ketimbang reagen lain.

Biasanya, RSCM menggunakan reagen merek Sansure yang proses ekstrasinya membutuhkan waktu 2 jam lebih sedikit ketimbang Wizprep.

Kepala Laboratorium Patalogi Klinik RSCM Nuri Dyah Indrasari menjelaskan, Wizprep butuh waktu 5-6 jam untuk melakukan 12 tahap pemisahan RNA virus corona.

“Kalau satu spesimen ada 12 tahap, bagaimana dengan 300 spesimen? Sangat melelahkan sekali bagi petugas,” kata Nuri, Kamis (4/3/2021).

Meski begitu, menurut Nuri, reagen merek Wizprep tidak kunjung diambil kembali oleh BNPB, sehingga RSCM memutuskan untuk menempatkannya di gudang penyimpanan.

BNPBDoni MonardoPengadaan alat tes covid
Comments (0)
Add Comment