Transportasi Jemaah Haji Indonesia di Tanah Suci Dilayani Armada Keluaran Terbaru, Usia Bus Tidak Boleh Lebih dari 5 Tahun 

MADINAH – Ribuan armada bus dengan tahun produksi baru disiapkan untuk melayani mobilitas jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026.

Penyediaan transportasi ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan, khususnya dalam mendukung kenyamanan dan kelancaran perjalanan jemaah selama berada di Arab Saudi.

Armada bus tersebut akan melayani enam rute utama yang terbagi dalam dua gelombang perjalanan.

Pada Gelombang I, layanan mencakup rute Bandara Madinah menuju hotel, hotel di Madinah menuju Makkah, serta perjalanan dari Makkah ke Bandara Jeddah.

Sementara pada Gelombang II, rute yang dilayani meliputi Bandara Jeddah ke Makkah, hotel di Makkah menuju Madinah, dan Madinah ke bandara untuk kepulangan.

Kepala Seksi Transportasi PPIH Daerah Kerja (Daker) Madinah, Muslih, menegaskan bahwa pihaknya menerapkan standar ketat dalam pemilihan armada yang akan digunakan.

Seluruh bus yang dioperasikan diwajibkan dalam kondisi prima dan tidak berusia lebih dari lima tahun.

“Bus AKAP yang digunakan paling tua adalah produksi tahun 2021. Kami telah bekerja sama dengan 15 perusahaan layanan transportasi dengan total menyediakan 6.000 armada bus,” jelasnya, Sabtu (25/4/2026).

Selain memperhatikan usia kendaraan, pihak penyelenggara juga mengatur kapasitas penumpang guna menjaga kenyamanan selama perjalanan.

Meskipun secara umum setiap bus memiliki kapasitas 50 kursi, jumlah penumpang dibatasi maksimal 42 orang agar ruang di dalam kabin tetap lega.

Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi jemaah, terutama mengingat durasi tempuh antar kota yang cukup panjang dan padat selama musim haji berlangsung.

Salah satu perusahaan penyedia layanan transportasi, Rawahel al Mashaer Co, turut berkontribusi dengan menghadirkan armada terbaru untuk jemaah Indonesia.

Perusahaan ini bahkan mendatangkan 100 unit bus baru dengan spesifikasi tinggi.

Direktur Cabang Madinah, Hilal Husein an Dijani, menjelaskan bahwa armada tersebut merupakan bus keluaran terbaru dengan teknologi dan fasilitas yang lebih modern dibandingkan armada sebelumnya.

“Ini adalah bus kelas eksekutif. AC jauh lebih dingin, kursi lebih empuk, toilet sangat nyaman, dan tersedia fasilitas charger baik untuk tipe USB maupun Tipe-C,” jelas Hilal.

Dengan fasilitas tersebut, diharapkan jemaah dapat merasakan kenyamanan maksimal selama perjalanan, baik untuk rute jarak dekat maupun perjalanan antar kota seperti Madinah dan Makkah.

Hilal juga mengungkapkan kesan positif terhadap karakter jemaah haji asal Indonesia yang dinilai sangat membantu kelancaran operasional transportasi di lapangan.

“Kami sangat suka melayani jemaah Indonesia karena mereka sangat tertib waktu. Saat keberangkatan, kondisi bus juga tetap rapi dan bersih. Tidak pernah ada kendala berarti,” ungkapnya.

Selain itu, untuk meningkatkan kualitas pelayanan, Rawahel al Mashaer Co juga melibatkan tenaga kerja asal Indonesia dalam operasionalnya.

Ada sekitar 40 persen dari total sopir dan kernet yang bertugas merupakan warga negara Indonesia.

Kehadiran tenaga kerja Indonesia ini dinilai mampu meminimalisir kendala komunikasi sekaligus memberikan rasa nyaman bagi jemaah, karena dapat berinteraksi menggunakan bahasa yang lebih familiar selama perjalanan.

Dengan berbagai peningkatan tersebut, layanan transportasi bagi jemaah haji Indonesia diharapkan dapat berjalan lebih optimal, aman, dan nyaman sepanjang rangkaian ibadah haji tahun ini. (*/ARAS)

Arab SaudiArmada busJemaah Haji
Comments (0)
Add Comment