JAKARTA – Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 2026 sudah menyelesaikan pekan pertama pada Sabtu (17/1/2026).
Momen evaluasi di pekan pertama Diklat ini, Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simajuntak, mengajak peserta untuk Fun Walk dan juga lari mengitari jalan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Sebanyak 1.600 an peserta menuntaskan kegiatan jalan santai ini dengan jarak sejauh 2,5 kilometer.
Sedangkan Dahnil bersama 26 peserta lainnya, memilih melanjutkan berlari dengan mengitari 3 kali Asrama Haji Pondok Gede sejauh 7 kilometer.
Usai kegiatan, Wamenhaj Dahnil mengapresiasi capaian dari Diklat PPIH kali ini, terutama dalam hal kekompakan, kedisiplinan dan semangat para peserta.
“Ini menggembirakan ya, minggu pertama banyak perubahan. Saya dengar langsung tadi testimoni dari teman-teman peserta. Di awalnya bahkan semua peserta itu rata-rata mencibir. Ini militerisme, semi-militer ngapain sih ini Kementerian Haji dan Umrah. Tapi kemudian faktanya setelah satu minggu mereka lalui, mereka dapat kegembiraan,” ujarnya.
Dengan kegiatan fun walk ini, Dahnil menyebut Diklat PPIH ingin secara berjenjang bisa meningkatkan kebugaran kekuatan fisik para peserta.
“Sebenarnya kekuatan fisik itu mulai dari jalan saja dulu. Jadi kan ini tidak sama ya, karena mereka berasal dari latar belakang yang beda-beda. Makanya tadinya saya pribadi mau ngajak lima kilo, tapi kemudian bapak-bapak TNI dan polisi menyarankan jangan diajak lima kilo dulu, pelan-pelan. Jalan dulu, sebagian jalan tadi. Yang kuat itu tadi lari bareng saya tujuh kilo,” jelas Dahnil.
Politikus Partai Gerindra ini juga mengimbau agar setelah Diklat ini para petugas haji tetap menjaga kebugaran tubuh.
Himbauan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran fisik juga ditegaskan Dahnil berlaku untuk calon jemaah haji.
“Jadi gini, kan saya sering mengulangi bahwasannya haji itu ibadah puncak dalam ber-Islam. Sebenarnya ini simbolisasi, umat Islam, muslim-muslimah itu harus kuat, harus sehat. Karena negara yang kuat itu pasti diisi oleh penduduk-penduduk yang kuat,” tegasnya.
Menurut Dahnil, ibadah haji bisa menjadi momen untuk mengkampanyekan hidup sehat.
“Supaya mendapatkan kebugaran itu, saya sering sebut istilahnya habitus yang harus dibangun. Jadi orang Islam itu harus sehat, harus bugar. Supaya kemudian negeri ini bisa dibangun dengan kebugaran-kebugaran itu,” pungkasnya.
Usai jalan sehat dan lari, Wamenhaj Dahnil ikut sarapan pagi bersama seluruh peserta dan dilanjutkan dengan memimpin apel pagi memberikan arahan. (*/Rijal)