Bershodaqoh Lewat Menanam Pohon

Penulis Taufik Hidayatullah, Kontributor Tajdeed.id

Alam dan Tuhan merupakan satu kesatuan dalam rasa ingin bukan hanya mengasihi dan menyayangi dan bukan hanya sekedar benda mati yang tak punya unsur nyawa didalamnya.

Alam mengajarkan manusia untuk hidup secara seimbang dan tanpa pemborosan. Bukankah Islam mengajarkan yang demikian bahwa dunia ini sebatas hanya setetes air di lautan luas.

Lautan yang tanpa batas dan satu tetes air itulah dunia. Maka, jika manusia mengambil seluruhnya pastilah manusia tenggelam.

Setiap kehidupan memiliki dimensi spiritual begitupun dengan alam dan Tuhan atau bahasa lainya ekoteologi yang melibatkan unsur mencintai alam menjadi bagian dari mengikuti petunjuk Tuhan.

Tuhan mengabarkan melalui sabda nabinya Muhammad SAW bahwasanya siapa orang yang menanam entah itu punya unsur menghasilkan makanan ataupun hanya sekedar menanam tanaman seperti pohon yang tidak terdapat buahnya tetap dianggap sebagai shodaqoh karena ada burung yang hinggap disitu ada hewan yang berteduh disitu bahkan bercinta disitu yang menjadi hak daripada makhluk hidupز Maka Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya mengatakan:

مَامِنْ مُسْلِمٍ يَزْرَعُ زَرْعاً اَوْ يَغْرِسُ غَرْسًا فَيَأكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ اَوْ بَهِيْمَةٌ اَوْ اِنسَانٌ اِلاَّ كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَة

Artinya : Siapa saja seorang muslim yang menanam tumbuhan baik itu yang berbuah ataupun tidak berbuah lalu hasil dari tumbuhan itu dimakan burung, hewan atau bahkan manusia kecuali hal tersebut dianggap sebagai shodaqoh.

Dari dawuh kanjeng nabi Muhammad SAW manusia mesti belajar bershodaqoh lewat menanam pohon bukan karena miskin tidak bisa bershodaqoh mal(harta).

Namun unsur tumbuhan pun memiliki dampak baik dimasa depan bagi anak cucu kita yang hidup di peradaban berikutnya. Wallua’lam

 

Comments (0)
Add Comment