Oleh: Fuad Bawazier PhD, Dewan Pakar Gerindra, Mantan Menteri Keuangan
Alhamdulillah beras di Gudang Bulog kabarnya penuh. Berhasil mencatatkan prestasi stok beras terbanyak sepanjang sejarah, mencapai 3,92 juta ton.
Jumlah ini sebagian besar merupakan serapan dari pengadaan dalam negeri. Rakyat tidak perlu kawatir.
Tapi ada yang dikhawatirkan masyarakat yaitu bila beras itu rusak karena di simpan terlalu lama.
Untuk menjamin beras di gudang Bulog itu terus baru sehingga tidak rusak, kiranya Pemerintah perlu mempertimbangkan kembali agar ASN setiap bulan menerima beras seperti masa lalu.
Seandainya setiap anggota keluarga ASN mendapat 10 kg beras setiap bulannya, tentu beras di gudang Bulog akan berputar (baru) terus sehingga tidak terjadi beras terlalu lama disimpan di gudang atau busuk di makan kutu beras dan sebagainya.
Lagi pula Bulog setiap bulan akan dapat uang dari Pemerintah dan bisa dinamis membeli beras lagi atau beras baru dari petani.
Dengan demikian beras di gudang Bulog akan terus baru dan fungsi Bulog sebagai penyangga pangan akan hidup.
Selain ASN, operasi pasar juga perlu rutin dilakukan, karena saat ini beras premium di pasar mengalami kelangkaan dan harga terus merangkak naik.
Beras dari gudang BULOG bisa dikeluarkan secara berkala.
Hal ini agar kelas menengah dan kelompok miskin kota dapat menjangkau beras berkualitas dengan harga murah.***