PANDEGLANG – Ratusan pekerja di sektor dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pandeglang kini dihantui ancaman kehilangan pekerjaan setelah sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disuspend oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Berdasarkan surat BGN nomor 2738/D.TWS/05/2026, per tanggal 25 Mei 2026 tentang pemberhentian operasional sementara, sedikitnya 20 SPPG di Kabupaten Pandeglang dihentikan sementara operasionalnya.
Berikut nama-nama SPPG yang di Suspend BGN di wilayah Kabupaten Pandeglang diantaranya :
1. SPPG Pandeglang Carita Sukajadi
2. SPPG Pandeglang Pandeglang Kadomas
3. SPPG Pandeglang Menes Alaswangi 2
4. SPPG Pandeglang Sobang Sobang 2
5. SPPG Pandeglang Munjul Gunungbatu
6. SPPG Pandeglang Majasari Saruni 2
7. SPPG Pandeglang Jiput Jiput 3
8. SPPG Pandeglang Saketi Sodong
9. SPPG Pandeglang Pagelaran Bama
10. SPPG Pandeglang Majasari Saruni 1
11. SPPG Pandeglang Pagelaran Margasana
12. SPPG Pandeglang Pandeglang 3
13. SPPG Pandeglang Cimanuk Batubantar 2
14. SPPG Pandeglang Cigeulis Waringinjaya
15. SPPG Pandeglang Panimbang Mekarjaya 2
16. SPPG Pandeglang Munjul Cibitung
17. SPPG Pandeglang Mandalawangi Pari
18. SPPG Pandeglang Cikeusik Nanggala 1
19. SPPG Pandeglang Majasari Sukaratu 6
20. SPPG Pandeglang Saketi Sindanghayu 2
Wakil Kepala Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Pandeglang, Doni Hermawan membenarkan hal tersebut diatas.
“Yang saya dengar seperti itu, karena dari BGN-nya belum memberikan tembusan ke kami. Ini merupakan tindak lanjut dari hasil investigasi dari BGN maupun Tim Satgas juga,” katanya, saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (28/05/2026).
Menurut Doni, langkah suspend dilakukan karena ditemukan berbagai pelanggaran standar operasional, mulai dari dapur yang tidak memenuhi standar hingga tidak memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
“Setelah kita kroscek, ada beberapa yang mendapatkan sanksi terkait beberapa hal. Seperti IPAL dan layout,” ujarnya.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran para pegawai dapur MBG. Sebab, penghentian operasional membuat aktivitas produksi makanan terhenti dan berpotensi berdampak pada penghasilan pekerja harian.
Jika suspend berkepanjangan, ratusan pegawai yang menggantungkan hidup dari program tersebut terancam menganggur.
“Kami himbau kepada seluruh SPPG di Kabupaten Pandeglang, untuk mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh BGN. Sehingga nanti kedepan saat pelaksanaan bisa sesuai dengan aturan yang berlaku,” tutupnya. ***