PANDEGLANG – Sejumlah desa di wilayah Kecamatan Cikeusik, diantaranya Desa Parungkokosan, Sukamulya, Sumurbatu, Rancaseneng, Nanggala, Curugcoung dan Cikadongdong berpotensi mengalami kekeringan, soalnya akibat cuaca kemarau yang sudah hampir satu bulan berlangsung, mengakibatkan sumber air milik warga mulai kering.
Camat Cikeusik, Dani Ramdani mengatakan, di wilayahnya sudah hampir satu bulan belum ada turun hujan. Akibat dari cuaca kemarau ini, ada beberapa desa yang berpotensi mengalami kekeringan.
“Dari 14 desa ada sekitar 7 desa yang berpotensi alami kekeringan. Karena di beberapa desa itu tiap tahunnya selalu kesulitan air,” ungkap Dani saat ditemui di kantornya, Selasa (24/7/18)
Jika sudah masuk musim kemarau kata Camat, sumber air milik warga kering, seperti sumur bor dan gali sekarang ini saja sudah mulai mengecil. Sumber air itupun hanya bisa digunakan untuk mandi dan mencuci saja, sementara kalau untuk dikonsumsi tidak bisa, karena kadar airnya tidak maksimal.
“Kalau untuk dikonsumai, warga harus membeli dari air isi ulang,” katanya
Pihaknya berharap, agar pemerintah atau dinas terkait bisa menurunkan bantuan air bersih untuk warga. Sebab masyarakat sangat membutuhkan air bersih, selain untuk mencuci juga untuk dikonsumsi. Karena tidak semua warga mampu membeli air untuk minum setiap hari.
“Masyarakat disini butuh bantuan air bersih, maka dari itu saya berharap agar pemerintah bisa menurunkan bantuan air,” harapnya
Tidak hanya itu lanjut Dani, selain adanya bantuan air bersih, pemerintah juga diharapkan bisa membenahi bangunan Sarana Air Bersih (SAB) yang ada di beberapa desa di wilayahnya. Sebab bangunan SAB yang ada saat ini banyak yang tidak berfungsi, karena saluran air penunjang SAB tersebut sudah tidak berjalan.
“Ada beberapa sarana MCK yang tidak berfungsi. Makanya pemerintah diharapkan untuk bisa melakukan pembenahan, supaya bangunan SAB itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya yang mengalami kekeringan,” ujarnya. (Achuy)