BKSDA Serang Amankan Macan Kumbang di Tahura Carita

PANDEGLANG– Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah I Serang menangkap seekor macan kumbang (panthera pardus melas) di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang atau berada di wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Carita, Selasa (15/12/2020).

Kepala Balai Besar KSDA Wilayah I Serang, Andre Ginson mengatakan penangkapan macan kumbang tersebut dilakukan berdasarkan info dari masyarakat yang melihat macan kumbang berkeliaran di sekitar blok Silegar dan objek wisata Curug Putri. Setelah dilakukan penangkapan, diketahui kondisinya dalam keadaan sakit.

“Iya infonya sudah 3 hari berkeliaran. Ternyata kondisinya sakit, makanya dia turun, kayaknya mau minta pertolongan gitu,” ucap Andre saat dikonfirmasi, Selasa (15/12/2020) petang.

Disampaikan Andre, pihaknya pun langsung menangkap macan kumbang tersebut. Hal itu dilakukan agar pihaknya dapat memberi perawatan terhadap macan kumbang yang sakit tersebut untuk kemudian dilepas liarkan kembali ke habitat aslinya.

“Kita tangkap pake tali jerat, dan kita amankan ke kantor Seksi Konservasi Wilayah I Serang untuk kita rawat dulu. Untuk nanti kita lepas liarkan kembali,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang warga sekitar, Rohman mengaku jika Tahura Carita merupakan habitat dari macan kumbang. Hal itu terbukti dari seringnya masyarakat yang melihat macan kumbang berkeliaran di sekitar kebun milik warga yang ada di kawasan Tahura Carita.

“Memang disitu (Tahura) ada, banyak sih engga. Tapi sering saya dapat info dari orang yang berkebun sering lihat (macan kumbang). Entah melintas atau gimana, bulan lalu juga orang kebun ada yang lihat, sama anakannya malah,” kata Rohman.

Sebagai orang yang kerap beraktifitas di kawasan Tahura Carita, diakui Rohman, jika dirinya tidak merasa takut terhadap keberadaan macan kumbang di sekitar tempat tinggalnya.

Menurutnya, selama ini dirinya tidak pernah mendengar ada kasus penyerangan macan kumbang terhadap manusia. Bahkan mendengar seekor macan kumbang masuk pun belum pernah terjadi bagi penduduk yang bermukim di sekitar Tahura Carita.

“Tiap hari saya masuk ke Tahura, untuk hunting foto. Saya sih ga merasa takut, karena belum ada sejarahnya disini (Carita) kalau macan nyerang manusia. Sampe masuk pemukiman sih belum pernah denger sama sekali,” ungkapnya.

Untuk itu, ia pun berharap jika kondisi Tahura Carita bisa tetap terjaga. Agar tidak terjadi masuknya satwa liar yang berada di kawasan Tahura Carita masuk ke pemukiman penduduk.

“Saya sih yakin aman, selama habitat aslinya gak dirusak,” tukasnya. (*/YS)

Comments (0)
Add Comment