PANDEGLANG – Pengurus Daerah (PD) Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Pandeglang tengah menggelar kegiatan Leadership Basic Training (LBT) yang berlangsung pada 21-25 Desember 2024 di MTs Mathlaul Anwar Pusat Menes, Pandeglang, Banten.
Kegiatan ini diikuti oleh 34 pelajar dari berbagai sekolah menengah di Pandeglang dan dibuka langsung oleh Ketua Umum Pengurus Wilayah PII Banten, Ichsanuddin.
Dalam sambutannya, Ichsanuddin menekankan pentingnya pelatihan dasar ini sebagai langkah awal bagi generasi muda untuk menjadi pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman.
“Leadership Basic Training adalah proses pembentukan karakter dan kepemimpinan. Banyak tokoh besar bangsa lahir dari pelatihan seperti ini, dan saya harap adik-adik semua bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal,” ujar Ichsanuddin, pada Minggu (22/12/2024).
Ia juga mengingatkan para peserta untuk menjadikan pelatihan ini sebagai momentum belajar dan memperluas wawasan.
“Jangan hanya ikut hadir, tetapi seriuslah dalam menyerap setiap materi yang diberikan. Pelatihan ini bukan hanya tentang teori, tetapi juga pembentukan mental dan integritas yang akan kalian bawa di masa depan,” tambahnya.
Ketua PD PII Pandeglang, Firdaus, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas tingginya antusiasme peserta yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
“Jumlah peserta mencapai target yang kami tetapkan, ini menunjukkan bahwa pelajar di Pandeglang memiliki semangat tinggi untuk belajar kepemimpinan. Pelatihan ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori kepemimpinan, tetapi juga mampu menerapkannya di lingkungan mereka,” ungkap Firdaus.
Firdaus juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, termasuk Mathlaul Anwar yang telah menyediakan tempat untuk pelaksanaan training selama 5 hari.
“Kami sangat menghargai dukungan dari masyarakat, khususnya dalam menyediakan tempat di sekolah ini, karena fasilitas seperti inilah yang memang kami butuhkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar peserta,” imbuhnya.
Pelatihan yang berlangsung selama lima hari ini mencakup berbagai materi, seperti penguatan aqidah, kepemimpinan Islami, manajemen organisasi, dan pengembangan karakter.
Peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi, dan simulasi kepemimpinan.
Salah satu peserta, Raihana Mumtaza, siswi smp yang masih berusia 14 tahun, mengaku antusias mengikuti kegiatan ini.
“Saya merasa kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama untuk membentuk kepercayaan diri dan keterampilan kepemimpinan saya. Saya juga bisa belajar banyak dari pengalaman para instruktur,” kata Mumtaza, gadis kecil yang berasal dari wilayah Menes, Pandeglang. (*/Hery)