PANDEGLANG – Warga pesisir Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menggelar tradisi larung laut dengan menceburkan satu ekor kerbau ke laut sebagai bentuk doa untuk keselamatan lima wartawan dan tiga awak kapal yang hilang di perairan Selat Sunda, Senin (14/9/2026).
Tradisi tersebut diawali dengan doa bersama yang diikuti warga dan nelayan.
Selanjutnya, satu ekor kerbau yang dibungkus kain kuning dibawa menggunakan perahu menuju tengah laut untuk kemudian dilarungkan.
Tokoh masyarakat Carita, Hata, mengatakan larung laut merupakan bentuk doa masyarakat pesisir, khususnya para nelayan, sekaligus menjadi ikhtiar spiritual agar delapan orang yang segera ditemukan dalam keadaan selamat.
“Alhamdulillah, pada hari ini kami memohon doa kepada Allah SWT agar tujuan kami, yaitu mereka yang hilang, dapat kembali ditemukan dengan selamat,” kata Hata.
Ia mengatakan masyarakat Carita juga terus melakukan doa bersama dan istighosah di masjid untuk mendoakan keselamatan para korban yang hingga kini masih dalam pencarian.
“Selain itu, kami juga terus berdoa bersama di masjid. Masyarakat Carita melakukan istighosah agar mereka segera ditemukan,” ujarnya.
Hata menambahkan tradisi larung laut memiliki nilai budaya dan spiritual yang telah diwariskan masyarakat pesisir.
Gelaran tersebut juga menjadi momentum mempererat kebersamaan warga dan nelayan di kawasan Carita.***