PANDEGLANG – Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Pandeglang geram terhadap kasus kekerasan yang diduga melibatkan seorang anggota DPRD Pandeglang.
Bukan hanya diduga melakukan kekerasan terhadap mantan pacarnya, oknum dewan tidak tau malu itu juga diduga memanfaatkan data korban untuk melakukan pinjaman online (pinjol).
Kasus ini pertama kali mencuat di media sosial Instagram dan langsung menjadi sorotan publik.
Ketua HMI MPO Cabang Pandeglang, Muhamad Fajar, dengan tegas menyatakan bahwa tindakan ini tidak bisa dibiarkan dan harus disikapi secara serius.
“Sebagai wakil rakyat, seharusnya dia menjadi contoh, bukan malah mempermalukan institusinya. Kekerasan dalam bentuk apa pun tidak bisa ditoleransi, apalagi ditambah dengan aksi licik memakai data orang lain untuk pinjaman online. Ini memalukan!” tegas Ketua HMI MPO Pandeglang, Fajar, Kamis (27/3/20205).
HMI MPO mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini secara transparan dan tanpa pandang bulu.
Selain itu, organisasi mahasiswa ini menuntut Ketua DPW PKS Pandeglang segera mengambil langkah tegas, termasuk mempertimbangkan Pergantian Antar Waktu (PAW) bagi oknum DPRD yang terlibat.
“Kalau partainya masih punya harga diri, pecat dia! Jangan sampai ini menjadi preseden buruk bagi citra wakil rakyat. Rakyat butuh pemimpin yang bisa dipercaya, bukan yang malah menebar ketakutan dan menyalahgunakan wewenang,” ujarnya.
HMI MPO juga mengajak masyarakat Pandeglang untuk lebih aktif dalam mengawasi perilaku pejabat publik.
Mereka menegaskan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun tidak boleh ditoleransi, terutama jika dilakukan oleh pejabat yang seharusnya melayani rakyat.
“Kita harus lawan pejabat yang berlaku sewenang-wenang. Rakyat memilih wakil untuk memperjuangkan kepentingan mereka, bukan untuk menyakiti dan menipu!” serunya.***