IBI Pandeglang Sayangkan Pihak DLH, Aktivis: Lebih Kurang Bijak Mana dengan Oknum Bidan

 

PANDEGLANG – Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Pandeglang sayangkan petugas sampah DLH Pandeglang yang tidak bijak menyebarkan informasi terkait bercecerannya limbah Alkes berjenis suntikan di salah satu praktek Bidan yang ada di Kampung Sukarehe, Desa Pagadungan, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang beberapa waktu lalu.

“Sekarang coba kita tanyakan kepada petugas sampahnya, sudah sejauh mana kalau memang (red- membuang sampahnya) berulang, menegur atau mengingatkan bidan nggak,” ungkap Rina selaku Ketua IBI Pandeglang kepada Fakta Banten saat ditemui di kantornya, Jum’at (5/8/2022).

Karena menurut Rina, seharusnya ketika pihak petugas pengangkut sampah tersebut menemukan bekas Alkes yang berserakan di tempat sampah Bidan tersebut langsung menegur pihak Bidannya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa berdasarkan keterangan dari pihak Bidan terkait yang mengaku belum pernah sama sekali pihak pengangkut sampah memberikan teguran kepadanya.

Ia menjelaskan, yang paling terpenting adalah yang membuang limbah medis tersebut bukanlah si Bidan yang bersangkutan.

Karena berdasarkan keterangan si Bidan tersebut, bahwa yang membuang limbah Alkes ke tempat sampah itu adalah pembantunya.

Oleh sebab itulah dengan alasan manusiawi, Rina selaku Ketua IBI Pandeglang akhirnya memakluminya.

“Manusiawi karena mungkin dari Safety box ada yang jatuh terus ketemu sama si Bibi (red- pembantu), karena dia ngga tau juga, akhirnya dibuanglah sama dia,” lanjutnya.

Sementara ketika pihak petugas pengangkut sampah DLH Pandeglang kembali dikonfirmasi pada hari (06/8) ini, pihaknya mengaku bahwa pernah memberikan teguran kepada pihak bidan yang bersangkutan.

“Sudah pernah dibilangin ke pembantunya, kalo ngebilangin ke bidan  kan nggak pernah ketemu. Saya tidak tau menau yang membuang limbah Alkes itu pembantunya atau bidan Vivi nya,” ungkapnya tanpa ingin disebutkan namanya.

Yang jelas kata ia, di tempat sampah tersebut limbah ALKES yang berceceran ditemukan olehnya bukan hanya sekali dua kali.

“Yang pertama sudah pernah dibilangin lalu saya maklumkan karena paling antara 2 sampai lima biji suntikan, setiap ngangkut kesitu selalu ada satu biji atau dua, untuk kasus kemaren lebih dari 10 biji,” lanjutnya.

“Harusnya bidan lebih teliti lagi dengan limbah Alkesnya, Agar pembantunya tidak ceroboh,” tegasnya.

Ia juga tidak bisa membayangkan, bagaimana jika saat bertugas membersihkan kaki atau tangannya tertusuk oleh suntikan tersebut.

“Kalau sampai terjadi apa-apa dengan saya, contoh suntikan itu mngenai kaki atau tangan saya kan bahaya, apalagi kalau sudah di bawa ke TPA, karena di sana banyak petugas pemilah sampah,” tambahnya.

Berbeda dengan salah satu Aktivis yang sering berlalu-lalang di jalur dekat Rumah Bidan tersebut, Imang Purnawan, yang mengaku bahwa hal tersebut tentunya tidak bisa diklaim sebagai salah satu perbuatan yang baik dan bijak.

“Apalagi ada bahasa pemakluman-pemakluman segala, bahaya itu kalau limbahnya malah jadi wabah penyakit,” ungkapnya.

Aktivis muda Pandeglang ini juga menyatakan, bahwa IBI Pandeglang seharusnya tidak malah menduga yang tidak-tidak kepada si Petugas Sampah DLH Pandeglang tersebut.

“Justru akhirnya malah kita bertanya, kira-kira lebih bijak yang mana, antara oknum bidan tadi dengan si pengangkut sampahnya? Nah, saya justru mempertimbangkan ini,” pungkasnya. (*/Muklas)

Comments (0)
Add Comment