Kisah Sukses Warga Desa Ujung Jaya Pandeglang Hadapi Covid-19

PANDEGLANG – Pandemi Covid-19 telah merubah jalan cerita kehidupan sebagian besar warga dunia. Sektor ekonomi nyaris ambruk, tak sedikit pula yang kehilangan pekerjaan.

Namun, pameo dibalik musibah selalu ada hikmahnya, demikian yang dialami Utami, millenial dari Desa Ujung Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.

Gadis berusia 20 tahun itu sebelum pandemi covid-19 melanda tengah menempuh studi Bahasa Mandarin dan Inggris di Surabaya. Ketika kota pahlawan itu masuk kategori zona merah Covid-19, Ia pun memutuskan pulang kampung ke Ujung Kulon.

Utami harus beradaptasi dengan kebiasaan baru di kampung halamannya. Aktivitas yang biasa Ia lakoni di Surabaya jauh berbeda dengan di rumah. Ia pun kemudian merasa jenuh karena menghabiskan waktu tanpa aktivitas yang disenanginya.

Di tengah kejenuhannya itu, Utami kemudian mencoba aktivitas baru. Kegemarannya membuat kue menjadi semacam pelarian untuk mengalihkan pikirannya yang dilanda rasa suntuk. Namun, sesuatu yang berawal dari hobi itu, kini justru berbuah berkah. Utami meraup keuntungan hingga jutaan rupiah setiap bulannya.

“Awalnya di rumah saya bingung mau ngapain, karena tiap hari kerjaannya tidur, rebahan saja. Lalu mencoba aktivitas yang baru, yaitu membuat kue,” tutur gadis berparas ayu itu kepada wartawan di kediamannya, Selasa (1/12/2020).

Untuk meyakinkan produknya dapat di terima pasar, utami lalu meminta saudara dan teman-temannya untuk mencicipi kue hasil olahannya. Tak disangka, teman-temannya menyukainya, dan banyak yang minta untuk dibuatin,“ tambahnya

Pesananpun mulai berdatangan, Utami dengan dibantu kakaknya, akhirnya sibuk memproduksi berbagai macam kue, seperti brownis lumer, roti garlic dan donat. Ia membuat kue donat dengan berbagai varian rasa, donat isi coklat ditaburi keju, danat rasa strowberi, rasa greentea, rasa tiramisu dan caffucino.

Utami yang memulai usaha rumahan itu dengan modal hanya Rp 150.000, kini meraup keuntungan hingga jutaan rupiah perbulannya. Sehari ia mampu memproduksi 100 sampai 200 kue donat dengan berbagai varian rasa, kue itu dijual dengan harga Rp 25.000 per boks.

”Per hari bisa tembus 30 sampai 35 boks, setiap boksnya berisi 6 kue donat,” katanya.

Selain melayani pesanan teman-temannya, Utami memperluas jangkauan pemasaran dengan mempromosikan produknya di akun sosial media Instagram, Facebook dan WhatsApp.

“Alhamdulillah, kalau lagi ramai pesanan, bisa dapat keuntungan Rp 500.000 per hari, kalau lagi sepi masih dapat keuntungan dikisaran Rp 200.000 sampai Rp 250.000 per hari, ” tutupnya. (*/Red)

Comments (0)
Add Comment