PANDEGLANG – Masyarakat dan pengelola SPPG di Kabupaten Pandeglang diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra.
Maraknya aksi komplotan penipu terorganisir yang bergerak di berbagai daerah mengatasnamakan Badan Gizi Nasional (BGN) seolah memiliki otoritas untuk mengaktivasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Komplotan ini bergerilya mendatangi sasaran dengan modus menawarkan jasa dan berjanji bisa mengaktifkan atau menghidupkan kembali dapur-dapur gizi yang saat ini belum beroperasi.
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPI Pandeglang, Rofiatul Mufasiroh, secara tegas mengimbau masyarakat agar tidak terkecoh oleh pergerakan jaringan penipu tersebut.
“Kami mendapati adanya indikasi kuat gerakan komplotan penipu yang berbagi peran untuk meyakinkan korban. Mereka mengatasnamakan BGN dan menjanjikan bisa menghidupkan dapur gizi yang belum berjalan, lalu meminta imbalan sejumlah uang. Kami tegaskan, itu murni penipuan!” ujar Rofiatul Mufasiroh pada Jumat (16/10/2026).
Rofiatul menjelaskan bahwa komplotan ini sering kali membagi tugas, mulai dari yang berperan menghubungi korban, mengaku sebagai pejabat/petugas BGN pusat, hingga pihak yang bertugas menerima uang “administrasi” atau “pelicin” untuk percepatan izin operasional dapur.
Ia menegaskan, seluruh proses operasional dan aktivasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sesuai regulasi resmi Badan Gizi Nasional.
“Kami minta masyarakat dan para pengelola untuk saling mengingatkan. Jangan sampai ada yang menjadi korban dari komplotan yang memanfaatkan program pemerintah ini,” tutup Rofiatul.***