Ombak Pasang, Warga Cigondang Labuan Pandeglang Sempat Panik Trauma Tsunami

PANDEGLANG – Trauma dengan tsunami yang pernah terjadi di pesisir pantai Kabupaten Pandeglang pada akhir tahun 2018 silam. Sejumlah masyarakat di Kampung Laba, Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang berhamburan mencari tempat yang lebih tinggi usai ombak pasang menerjang wilayah pesisir pantai Labuan pada Minggu (12/7/2020) malam.

Diceritakan warga setempat, Agung Bangun. Kejadian bermula saat ombak pasang menerjang hingga ke daratan yang tidak jauh dari pemukiman penduduk sekitar pukul 22.30 wib. Warga yang melihat itupun panik dan berteriak tsunami. Sontak teriakan itu menimbulkan kepanikan bagi warga lainnya.

“Benar ada warga yang berhamburan, tapi sekarang sudah kondusif, sudah pulang kerumah masing-masing,” tutur Agung.

Menurutnya, kepanikan warga tersebut membuat mereka harus lari untuk mencari tempat yang dianggap aman. Bahkan, sejumlah warga terlihat ada yang membawa barang-barang dan lari sejauh 2 kilometer dari lokasi rumahnya.

“Sampai ke Pasar Labuan, ke jalan raya, ke dataran tinggi. Ada 2 kilometer. Sebagian ada yang bawa barang-barang, dan bawa mobilnya kebetulan rumahnya deket pantai, jadi mobilnya dibawa,” ungkapnya.

Beruntung, kepanikan warga atas informasi yang tidak benar terkait adanya tsunami hanya terjadi di satu kampung saja, dan tidak merebak ke kampung-kampung lainnya.

“Daerah Cigondang saja, termasuk lumayan besar, cuma yang berhamburan rame di Cigondang saja,” tukasnya.

Sementara itu, Kapolsek Labuan, Kompol Nono Hartono mengatakan, jika kepanikan yang terjadi pada warga disebabkan adanya teriakan anak kecil yang melihat ombak besar yang dikira tsunami.

“Tadi informasinya ada (kapanikan) karena teriakan itu. Tapi sekarang sudah kembali lagi kerumah masing-masing,” kata Kapolsek.

Meski begitu, ia pun menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap fenomena alam yang mencurigakan atau tidak seperti biasanya. Sehingga masyarakat bisa segera mengamankan diri.

Namun, ia pun meminta agar masyarakat untuk berhati-hati menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Agar hal itu tidak menjadi isu hoax yang hanya akan membuat keresahan di masyarakat.

“Kalau belum jelas, jangan menyebarkan info baik langsung atau lewat medsos. Biar gak jadi hoax,” tandasnya. (*/YS)

Comments (0)
Add Comment