PANDEGLANG – Semangat swasembada pangan terus digaungkan. Yayasan Bhakti Bela Negara (YBBN) bersama Pemerintah Kabupaten Pandeglang menggelar panen raya padi di demplot persawahan Desa Sukarame, Kecamatan Carita, pada Kamis (28/8/2025).
Kegiatan ini merupakan panen kedua yang dilakukan YBBN di lokasi tersebut. Pertanian memang menjadi salah satu fokus utama yayasan yang berpusat di Hambalang itu.
Selain Pemkab Pandeglang, panen raya kali ini juga melibatkan Kodim 0601 Pandeglang.
Sekretaris YBBN Pusat, Suparwo, menegaskan program tersebut bertujuan mendorong produktivitas pertanian melalui metode yang dikembangkan yayasan.
“Harapan kami petani bisa memaksimalkan hasil panen dengan penggunaan metode yang sesuai dan bibit padi 08 yang kami sediakan,” jelasnya saat memberikan sambutan.
Suparwo mengungkapkan, pada panen perdana hasil yang diperoleh mencapai 8,5 ton per hektare. Ia optimistis hasil panen berikutnya bisa lebih maksimal.
“Pada panen pertama kita dapat 8,5 ton per hektar, panen kedua ini diharapkan lebih meningkat lagi dan kita harapkan bisa sampai 10, 12 ton di panen ketiga nanti,” ungkapnya.
Metode revolusi pertanian yang diterapkan di di demplot Carita ini diyakini mampu meningkatkan kesuburan tanah serta memperbaiki ekosistem lahan.
Hal itu sejalan dengan potensi lahan basah di Pandeglang yang mencapai 55 ribu hektare, menjadikannya salah satu potensi penopang utama ekonomi masyarakat.
Ketua DPW YBBN Banten, Sahruji, menilai sektor pertanian dapat menyerap tenaga kerja lebih luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, dengan potensi lahan yang dimiliki Banten saat ini
“Kalau potensi ini kita maksimalkan 2 kali lipat artinya Banten bisa produksi 3 juta ton per tahun, kalau harganya sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah 6500, saya yakin petani bisa dapat penghasilan lebih dari pegawai proyek dan bisa lebih sejahtera,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0601 Pandeglang, Letkol Inf. Afri Swandi Ritonga, menegaskan pihaknya siap mendukung program pangan nasional dan akan berkolaborasi untuk memperkuat sektor pertanian ini.
“Kita juga sesuai instruksi dari pusat dan mendukung program presiden untuk ketahanan pangan dibentuk juga batalyon khusus dan kami siap terus bersinergi dan berkolaborasi,” katanya.
Berdasarkan data BPS 2024, Pandeglang masih menjadi lumbung padi terbesar di Provinsi Banten dengan kontribusi 37 persen. Dari total produksi padi Banten sebesar 1.550.623 ton per tahun, Pandeglang menyumbang 414.576 ton.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Nasir, mengaku optimistis hasil panen di demplot Carita mampu menjadi model pengembangan pertanian berkelanjutan di wilayahnya.
“Saya berharap terus ada peningkatan produktifitas produksi padi, kita pernah masuk 8 nasional dan ini diharapkan terus bertambah walaupun kecil,” ucapnya. (*/ARAS)