PANDEGLANG – Para petani di Desa Babakan Keusik Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, merasa terbantu dengan adanya pembangunan saluran irigasi yang dibangun oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (KEMENPU-PR) melalui program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI).
Pembangunan saluran irigasi yang dibangun di Desa Babakankeusik ini mempunyai panjang 220 meter dengan pondasi 30 cm dan bangunan 70 cm yang menelan anggaran Rp195 juta dan pembangunannya dilaksanakan secara swakelola oleh petani lokal atau perkumpulan petani pemakai air (P3A) Sejahtera.
Hal itu diungkapkan oleh Sukri ( Ukik ) yang juga menjabat sebagai Ketua P3A Sejahtera, saat dihubungi wartawan, Rabu (7/10/2020).
“Kami sangat bersyukur dengan adanya pembangunan Irigasi (P3TGAI-red). Selain fungsinya mengaliri sawah kami, program ini juga sangat membantu ekonomi kami, karena pengerjaannya dilakukan secara swakelola,” ungkapnya.
Sukri menjelaskan, bahwa sebelum dibangunnya irigasi melalui P3TGAI ini, aliran air dari sungai Cibeureum hanya bisa mengaliri sekitar 131 hektar sawah. Namun, setelah pembangunan sawah yang bisa dialiri bertambah menjadi 172 hektar sawah.
“Sebelum dibangun, Air dari Cibeureum hanya bisa mengaliri sawah sampai Kampung Kubu tapi sekarang bisa mengaliri sawah sampai pesawahan Katileng dan pesawahan Bandung,” imbuhnya.
Tim Pendamping Masyarakat (TPM), pada program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3TGAI), dari Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian, Pandeglang, Budi Hendrayani menjelaskan tujuan dari program peningkatan jaringan irigasi ini adalah untuk meningkatkan fungsi dan kondisi jaringan irigasi yang sudah ada.
“Selain meningkatkan jaringan irigasi yang sudah ada. Tujuan program ini juga menambah areal pelayanan pada jaringan irigasi yang sudah ada dengan mempertimbangkan perubahan kondisi lingkungan daerah irigasi,” katanya.
Lanjut mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini. Selain mengaliri pesawahan, pembangunan irigasi ini, dilaksanakan secara swakelola, sehingga program ini diharapkan bisa membantu perekonomian petani lokal.
“Meski dikerjakan secara swakelola, Program P3TGAI harus sesuai dengan spek yang sudah ditentukan dan diawasi langsung oleh TPM dengan bimbingan Supporting Staf dan KMB,” Imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa Babakankesusik, Kecamatan Patia, Syukur mengungkapkan, bahwa pihaknya sangat berterimakasih kepada pemerintah pusat yang sudah membantu warganya melalui program P3TGAI.
“Tentunya kami sangat berterima kasih, kepada pemerintah pusat. Karena dengan program pembangunan irigasi ini, diharapkan bisa meningkatkan taraf perekonomian masyarakat yang lebih baik,” imbuhnya. (*/Gatot)