PANDEGLANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pandeglang resmi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) VI pada Selasa (16/6/2026).
Agenda rutin lima tahunan yang dihelat di Baitul Hamdi, Kecamatan Menes ini menjadi momentum krusial bagi partai untuk memperkuat konsolidasi sekaligus melakukan transformasi organisasi.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPW PPP Provinsi Banten, pengurus DPC PPP Pandeglang, pengurus PAC, Ketua DPRD Pandeglang, Kepala Kesbangpol Pandeglang, unsur Muspika, serta tokoh masyarakat dan alim ulama.
Suasana Muscab berlangsung khidmat dengan fokus utama menyusun arah kebijakan strategis partai ke depan.
Ketua Pelaksana Muscab VI PPP Pandeglang, Fahru Rizal, mengungkapkan bahwa acara ini dipersiapkan secara matang sebagai wadah konsolidasi internal.
Ia bersyukur seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar berkat dukungan penuh dari berbagai pihak dan seluruh kader partai.
“Terselenggaranya Muscab VI ini berkat dukungan besar dari semua pihak. Ini adalah bentuk kolaborasi nyata. Kami berupaya semaksimal mungkin menunjukkan wajah PPP yang sebenarnya—yang tidak pernah lepas dari genggaman dan doa para alim ulama,” ujar Fahru.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPC PPP Kabupaten Pandeglang, E. Supriadi, menegaskan bahwa Muscab VI menjadi bukti nyata sinergi dan ketahanan para kader di tingkat akar rumput.
“Ini bukti bahwa PPP di Kabupaten Pandeglang khususnya, masih sangat solid dan terjaga. Insya Allah, ke depan kita akan keluar sebagai pemenang,” tegas pria yang akrab disapa Abah Jangkung ini.
Abah Jangkung juga menambahkan, meskipun sempat ada perbedaan pandangan politik pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebelumnya, semangat kekeluargaan tetap menjadi pondasi utama partai.
“Sebagai satu keluarga besar, kita akan tetap mendukung kebijakan-kebijakan Bupati selama hal itu demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pandeglang,” imbuhnya.
Di sisi lain, Ketua DPW PPP Provinsi Banten, Neng Julaiha, menekankan pentingnya menjaga soliditas antar-kader.
Ia berharap hasil dari Muscab ini dapat langsung diimplementasikan untuk memenangkan hati masyarakat, sekaligus mendongkrak kemajuan PPP dari tingkat daerah hingga nasional.
Neng Julaiha juga mengapresiasi langkah DPC PPP Pandeglang yang tetap mengedepankan musyawarah dalam menentukan arah kepemimpinan.
Menurutnya, regenerasi dan penyegaran struktur partai lewat Muscab adalah langkah yang sangat krusial.
Fokus Utama: Menghasilkan rumusan strategis untuk pembangunan daerah.
Target Politik: Menghidupkan kembali mesin partai menyongsong kontestasi politik ke depan.
“Saya kira saat ini setiap partai sedang memanaskan mesin politiknya. Muscab ini adalah agenda resmi yang kami maksimalkan untuk memanaskan mesin politik PPP,” tutur Neng Julaiha.
Melalui Muscab VI ini, partai berlambang Ka’bah tersebut diharapkan dapat tampil lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika politik modern, tanpa kehilangan fitrahnya sebagai partai yang lahir dari rahim perjuangan para ulama.***