PANDEGLANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang menggelar bakti sosial (baksos) kesehatan dalam rangka Hari Jadi ke-152 Kabupaten Pandeglang.
Kegiatan dipusatkan di Majelis Taklim Al-Ikhlas, Kampung Karabohong, Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Selasa (14/4/2026).
Baksos tersebut diikuti masyarakat dari tujuh kecamatan, yakni Labuan, Carita, Pagelaran, Sukaresmi, Patia, Panimbang, dan Cikedal.
Ratusan warga tampak antusias memanfaatkan berbagai layanan kesehatan gratis yang disediakan.
Kegiatan ini mengusung tema “Pejuang Tangguh, Religius, Unggul” (Petarung), yang menjadi tema besar peringatan Hari Jadi ke-152 Kabupaten Pandeglang.
Adapun layanan yang diberikan meliputi khitanan massal, Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta donor darah.
Pada layanan CKG, warga mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, cek gula darah, serta konsultasi kesehatan umum.
Bupati Pandeglang, Dewi Setiani, mengatakan baksos kesehatan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat sekaligus bentuk rasa syukur atas bertambahnya usia Kabupaten Pandeglang.
“Hari jadi ke-152 ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum pengabdian kepada masyarakat. Layanan kesehatan gratis ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung dan meningkatkan akses kesehatan warga di tujuh kecamatan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Labuan, Sri Rezeki, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti ratusan warga. Sebanyak 40 anak dari keluarga kurang mampu tercatat mengikuti khitanan massal.
Ia menambahkan, kegiatan donor darah dilaksanakan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) guna menambah stok kantong darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Melalui kegiatan baksos ini, pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan publik di berbagai sektor, khususnya bidang kesehatan,” katanya.
Salah satu orang tua peserta khitanan massal, Mahdi, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut karena dapat meringankan beban ekonomi keluarga.
Kegiatan yang dipusatkan di Labuan itu juga menjadi ajang silaturahmi antara jajaran pemerintah daerah dengan masyarakat setempat. (*/Riel)