Rayakan HUT ke-46, Balai Taman Nasional Ujung Kulon Luncurkan Strategi ‘Lima Pagar’

PANDEGLANG – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 yang jatuh pada Jumat (6/3/2026), Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) meluncurkan program strategis bertajuk “Lima Pagar”.

Program ini dirancang untuk memperkuat proteksi kawasan sekaligus mengharmonisasikan hubungan antara pihak pengelola dengan masyarakat sekitar.

​Mengusung tema “Badak Cula Satu Selalu di Hati”, perayaan ini menandai perjalanan panjang BTNUK sejak dicanangkan bersama taman nasional lainnya pada 6 Maret 1980 silam.

​Kepala Balai TNUK, Ardi Andono, S.TP., M.Sc, menegaskan bahwa keamanan kawasan konservasi tidak bisa hanya mengandalkan batas fisik, melainkan harus melibatkan peran aktif masyarakat.

​”Prinsipnya, Taman Nasional tidak akan aman apabila tidak ‘dipagar’. Program ini diluncurkan agar kelestarian alam tetap terjaga melalui kedekatan dengan masyarakat, sehingga tidak ada lagi sekat atau perpecahan,” ujar Ardi.

​Adapun lima program “pagar” yang menjadi prioritas BTNUK saat ini meliputi:

  1. ​Pagar Ekonomi: Memberdayakan ekonomi warga melalui bantuan produktif bagi kelompok tani madu, sektor wisata, peternakan, serta penyediaan sarana prasarana agar masyarakat sejahtera.
  2. ​Pagar Budaya: Merangkul kearifan lokal dengan melibatkan tokoh adat atau kuncen. Pihak balai juga rutin menggelar kegiatan religi seperti istigasah dan pengajian massal.
  3. ​Pagar Sosial: Membangun kedekatan melalui aksi kemanusiaan seperti santunan anak yatim, pengobatan gratis, dan bantuan bencana. BTNUK juga mengizinkan kendaraan operasionalnya digunakan warga dalam kondisi darurat.
  4. ​Pagar Pendidikan: Memberikan edukasi konservasi sejak dini melalui program Rhino Goes to School dan memfasilitasi jalur prioritas bagi anak-anak sekitar kawasan untuk masuk ke Sekolah Kehutanan.
  5. ​Pagar Kehidupan: Penanaman pohon buah-buahan (mangga, rambutan, petai, jengkol) di luar kawasan TNUK yang hasilnya dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat.

​Ardi menambahkan, BTNUK memberikan perhatian khusus pada sektor pendidikan melalui rekomendasi ke SMK Kehutanan Negeri Kadipaten di Majalengka, Jawa Barat. Sekolah ini merupakan lembaga pendidikan gratis dengan sistem asrama selama tiga tahun.

​”Syaratnya lulusan SMP dengan nilai rata-rata tujuh pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Inggris, dan Matematika. Kami berikan rekomendasi khusus bagi anak-anak lokal agar mendapat prioritas masuk. Saat ini sudah ada sekitar 20 anak yang berhasil masuk,” jelasnya.

​Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Wilayah 1 Pulau Panaitan, Dedi, menjelaskan bahwa pengawasan di wilayahnya yang mencakup Pulau Panaitan, Peucang, dan Kepulauan Handeuleum terus diperketat selaras dengan implementasi program pagar tersebut.

​Melalui sinergi ini, BTNUK berharap kelestarian Badak Jawa dan ekosistem Ujung Kulon dapat terjaga selamanya di tengah kesejahteraan masyarakat yang terus meningkat.***

Comments (0)
Add Comment