PANDEGLANG – Sebanyak 1071 rumah Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana tsunami selat sunda, di Kabupaten Pandeglang akan segera dibangun, hal itu sesuai hasil pembahasan dalam rapat evaluasi Pemkab Pandenglang bersama Pemprov Banten di posko utama, tanggap bencana di Gedung PGRI Labuan, Kamis (3/1/19).
Proses pembangunan rumah huntara tersebut, akan mendapat pengawasan langsung dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang, dengan harapan program tersebut sesuai aturan dan berjalan lancar.
Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, rumah hunian sementara yang akan dibangun untuk warga terdampak tsunami sebanyak 1071 unit. Karena dari hasil pendataan rumah sebanyak 1530 rumah terdampak tsunami, yang rusak sedang, parah dan total itu 1071 dan sebagian rusak ringan yang tersebar di 8 kecamatan.
“Yang medapatkan hunian sementara yaitu warga yang rumahnya rusak sedang hingga rusak total. Adapun yang rusak ringan itu tidak,” ungkapnya
Dalam kesempatan itu, Irna juga meminta kepada Gunernur Banten, untuk dapat membantu menyediakan sarana Sanitasi dan tempat peribadatan untuk di tempat pengungsian selama proses pembangunan rumah hunian sementara selesai.
“Kami meminta Pemprov Banten bisa membantu menyediakan sarana Sanitasi untuk kebutuhan pengungsi di tempat pengungsian sementara ini,” pintanya
Di tempat yang sama, Gubernur Banten, Wahidin Halim mengatakan, bahwa warga terdampak tsunami akan segera dibangunkan rumah hunian sementara. Bahkan selama proses pembangunan, akan dikawal langsung oleh Kejati Banten.
“Adapun soal lahan, menurut pernyataan Bupati Pandeglang, sudah ada mulai dari lahan pribadi yang bersedia dikontrak selama 1-2 tahun dan juga ada lahan pemerintah,” ujarnya
Sementara, Kepala Kejati Banten, Happy Hadiastuty mengaku, pihaknya akan turut mengawasi proses pembangunan huntara dari sisi pengadaan barangnya. Supaya pembangunan rumah huntara tersebut berjalan dengan baik
“Iya kami akan mengawasi bersama Kejari Pandeglang. Namun hanya dalam proses pengadaan barang,” tuturnya. (Achuy)