Mewakili Banten, Pelajar SMA Hellomotion Ini Ikuti Kompetisi Ajang Nasional

TANGSEL – SMA Hellomotion High School, Kota Tangerang Selatan terpilih sebagai sekolah yang mengikuti ajang Indonesia Student Company of the Year Competition (ISCC) 2021.

Semaja, merupakan perusahaan pelajar atau student company yang didirikan pelajar kelas X dan XI SMA Hellomotion, yang akhirnya bisa terpilih mengikuti ajang Prestasi Junior Indonesia.

Mewakili satu-satunya SMA di Provinsi Banten, Semaja diharapkan meraih juara pada ajang nasional itu. Pasalnya, ajang ini melibatkan lebih dari 900 pelajar SMA/SMK dari 11 wilayah di Indonesia.

Diketahui, program yang berlangsung selama Januari-September 2021 itu diharapkan dapat melahirkan pengusaha pengusaha muda dari kalangan pelajar.

ISCC 2021 tersebut nantinya akan memilih tim terbaik yang akan mewakili Indonesia pada kejuaraan bisnis level Asia Pasifik tahun 2021 ini.

Guru Pembina SEMAJA, Desy mengatakan, SMA Hellomotion bersama SMKN 21 dan SMKN 27 Jakarta di sponsori oleh American Insurance Group (AIG) untuk bisa meraih juara pada ajang ISCC 2021.

“Mentoring yang diberikan AIG secara komprehensif membimbing siswa dari A sampai Z agar mereka mampu memiliki skill layaknya mengelola perusahaan sungguhan,” katanya, Sabtu (3/7/2021).

“Mulai dari produksi manajemen marketing hingga bagaimana mereka bisa menarik investor. Kami senang kelihatannya anak anak bersungguh sungguh dan progresnya cukup menggembirakan,” sambung Desy.

Sementara itu President Director SEMAJA, Ghany Fityan mengaku senang bisa dipercaya dewan guru dan teman-temannya untuk memimpin Semaja pada ajang ISCC 2021.

“Banyak sekali pelajaran yang saya dapat ambil. Ternyata tidak gampang memimpin sebuah perusahaan, butuh kesungguhan, keteguhan, konsistensi dan kesabaran,” katanya.

Dirinya berharap, Semaja ini tumbuh menjadi perusahaan yang berkontribusi terhadap persoalan bangsa.

“Kami bukan hanya ingin menang, ada yang terpenting dari semua itu adalah memberi inspirasi. Karena kami sadar menang hanya akan mendapat tepuk tangan, tapi inspirasi akan dikenang sampai mati,” jelasnya.

Ksatria Gumay Vise President Bidang Public Relation menuturkan, Semaja dibentuk berangkat dari keprihatinan melihat banyaknya sampah kertas yang tak terpakai. Lalu mereka berfikir untuk bagaimana limbah tersebut dapat di produksi ulang menjadi sesuatu yang berharga.

“Lalu karena sekolah kami memiliki keunggulan design thinking kami bersepakat untuk membuat kertas daur ulang itu menjadi blocknote yang di design dengan IP character, itu sedang tren dikalangan remaja,” katanya.

“Setelah produk diluncurkan kami akan membangun relasi mulai dari investor hingga strategy marketing. Kami yakin kami akan dapat memetik pelajaran dari keikutsertaan pada ajang ini. Inti dari semua adalah belajar,” pungkasya.

Diketahui, produk yang di unggulkan SEMAJA merupakan skema daur ulang kertas yang sudah tak terpakai. SEMAJA memanfaatkan limbah kertas sebagai ruang kreativitas pelajar untuk menaikkan nilai kualitas kertas itu sendiri. Hal itulah nantinya akan dijadikan ajang di ISCC 2021. (*/Faqih)

Pelajar
Comments (0)
Add Comment