SERANG – Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan kegiatan yang memadukan sinergitas mahasiswa dengan masyarakat, sinergitas bersama instansi pemerintah dan semua komponen masyarakat untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjalankan setiap amanat yang dititipkan oleh UUD.
Dalam hal itu, kelompok 8 KKM Fakultas Agama Islam, Universitas Al-Khairiyah (*Proses penggabungan) menghadirkan armada perpustakaan keliling di SDN Cipanas, yang berada di Kampung Cipanas, Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Sabtu (7/08/2021), bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Serang, guna meningkatkan budaya gemar membaca para generasi muda sejak dini.
Salah satu anggota KKM, Koordinator kegiatan, Dea Faradila Ayu Nengtiyas mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan minat baca dan mengajak kebiasaan membaca di tengah masyarakat dimulai sejak dini.
“Perpustakaan keliling ini adalah salah satu program untuk mengajak kepada seluruh anak anak untuk memupuk minat baca sejak dini, dengan harapan akan menjadi kebiasaan sampai nanti, bila perlu menjadi kebutuhan setiap orang,” katanya Kepada Fakta Banten, Sabtu (7/08/21).
Sementara itu, salah seorang guru SDN Cipanas, Dayat Hidayatullah mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan, karena dapat memotivasi siswa terus mencintai budaya membaca.
“Adanya perpusling ini tentunya dapat menambah wawasan, referensi siswa dalam pengetahuan pembelajaran maupun pengetahuan umum, kami berharap, dengan adanya perpustakaan keliling ini, siswa dapat sadar akan pentingnya membaca agar nanti terbiasa di perpustakaan sekolah,” harapnya
Dalam kesempatan yang sama, Dosen pembimbing lapangan, yang juga Ketua Forum Taman Baca Masyarakat (TBM) Kabupaten Serang, Aan Kudrotulloh mengatakan buku adalah jendela dunia yang bisa dijadikan sahabat sejati bagi pembacanya.
“Kita menyadari kualitas sumber daya manusia (SDM) menentukan pembangunan dalam mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera. Kami berharap, dengan menghadirkan mobil perpustakaan keliling ini dapat mendorong masyarakat mencintai budaya lokal melalui membaca buku. Serta menjadikan perpustakaan sebagai sahabat dan sumber ilmu pengetahuan,” jelasnya.
Anak-anak di sekitar lokasi mendapat kesempatan untuk membaca, ratusan buku yang terdapat didalam mobil perpustakaan keliling. Dengan suasana santai, mereka membaca buku sesuai dengan keinginan mereka, sebab mereka beranggapan bahwa buku adalah sumber ilmu pengetahuan. (*/Ihsan)