SERANG-Jurusan Manajemen Universitas Pamulang Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Serang mengadakan seminar pada Rabu (28/5/2025).
Acara yang bertajuk “Peran Teknologi Finansial dalam Transformasi Profesi Keuangan”, dihadiri total 1.586 peserta secara langsung maupun online di Auditorium Universitas Pamulang Kampus Serang, Gedung A lantai 1.
Para peserta dari berbagai kalangan, seperti akademisi, mahasiswa, dosen, dan peserta umum yang terdiri dari berbagai institusi, profesional keuangan, serta pelaku industri fintech.
Adapun narasumber yang menjadi pembicara seminar ini dari Bank Indonesia (BI) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Acara ini bertujuan untuk menggali peran strategis teknologi dalam dunia kerja, termasuk pekerjaan di sektor keuangan.
Imbas dari teknologi di bidang finansial, berdampak pada lanskap pekerjaan mulai dari akuntansi, perbankan, hingga manajemen risiko dan investasi.
Dalam sambutannya, Direktur Sarjana Unpam Serang, Imam Sofi’i menyampaikan bahwa teknologi finansial di kalangan akademisi tidak hanya mempercepat proses transaksi keuangan, tetapi juga menuntut para profesional keuangan untuk meningkatkan kompetensi digital.
Kemudian Ketua Panitia dalam acara, Indra Sulistiana, lewat sambutannya mengungkapkan bahwa seminar ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Claudia Hapsari Priyono dari BI dan Rizka Kardina Rachmat dari BEI.
“Kehadiran mereka telah memberikan insight dan pengetahuan praktis mengenai bagaimana teknologi finansial tidak hanya mengubah cara kita bertransaksi, tetapi juga mengubah peran dan kompetensi yang dibutuhkan dalam profesi keuangan masa kini,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, seminar ini bertujuan untuk memberikan wawasan terkini mengenai perkembangan teknologi finansial (fintech) dan dampaknya terhadap dunia kerja, khususnya di bidang keuangan.
“Kami ingin mengajak mahasiswa, akademisi, dan praktisi untuk melihat peluang dan tantangan yang hadir seiring dengan transformasi digital dalam sektor keuangan,” ungkapnya.
Selanjutnya, moderator dari dosen praktisi manajemen keuangan, Fanny Adinda Putri, yang membawakan pembukaan materi yang sangat inspiratif.
Di dalam materi seminar, dibahas mengenai keterkaitan inovasi dan perkembangan QRIS, inovasi yang terus berkembang pesat berbasis consumer centric.
Dibahas juga aplikasi AI dalam biometric payment hingga adopsi kripto yang kian digandrungi oleh kalangan Gen Y dan Z.
“Selain itu, kebijakan dan inovasi QRIS diarahkan sebagai entry point ke ekosistem digital bagi UMKM untuk mendukung inklusi dan konektivitas,” ujar Pemateri BI, Claudia Hapsari.
Claudia mengungkapkan, BI telah melakukan soft launching QRIS Tap Berbasis NFC pada tanggal 2 Agustus 2024 di event FEKDI x KKI 2024 bersama perwakilan industri SP.
Inovasi pembayaran ini, kata dia, dirancang dalam rangka fasilitasi kebutuhan transaksi yang cepat dan massal untuk berbagai jenis pembayaran.
Misalnya, Claudia mencontohkan, untuk pembayaran transportasi dan ritel dengan efisiensi dan keamanan yang tinggi. serta QRIS Tap berbasis NFC juga menawarkan keunggulan dalam hal fleksibilitas, dengan mendukung multi sumber dana serta berbagai kanal pembayaran.
“Profesi keuangan ke depan tidak bisa lagi hanya mengandalkan keahlian analisis konvensional. Keterampilan dalam data analytics, blockchain, hingga AI-based financial modeling kini menjadi kebutuhan utama,” ujar Claudia
Rizka Kardina Rachmat dari BEI, memaparkan bahwa Pasar modal
merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang dengan jangka waktu lebih dari satu tahun.
Misalnya seperti saham, surat utang (obligasi), reksa dana, dan berbagai instrument derivatif dari efek atau surat berharga.
Pasar modal, kata dia, merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan dan pemerintah, dan sebagai sarana kegiatan berinvestasi bagi pemilik dana (investor).
“Mengajak kaum muda untuk melek investasi di pasar modal seperti saham, obligasi reksa dana,” ujarnya.
Seminar ini ditutup dengan ajakan dari panitia kepada seluruh peserta untuk terus mengikuti perkembangan teknologi di bidang keuangan serta menjadikannya sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap proses kerja.
Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan materi yang relevan dengan perkembangan industri saat ini, seminar ini diharapkan dapat mendorong lahirnya sumber daya manusia di bidang keuangan yang siap menghadapi tantangan era digital. (*/Ajo)