Kepada Perwakilan 7 Kementerian, Pokmas Petani Sayur dan Peternak Ikan Tawar Desa Talaga Mancak Keluhkan Krisis Air

SERANG – Sejumlah warga yang tergabung dalam Kelompok Masyarakat (Pokmas) petani sayur dan peternak ikan tawar di kawasan Taman Firdaus dan Sungai Gus Ipul, Desa Talaga, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, mengeluhkan krisis air bersih yang kerap terjadi setiap tahun.

Keluhan tersebut disampaikan dalam dialog terbuka bersama tujuh perwakilan kementerian/lembaga di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Selasa (20/5/2025).

Dialog tersebut merupakan bagian dari program Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial desa kumuh yang digelar untuk memetakan permasalahan dan kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Kami di Desa Talaga sangat kesulitan air, setiap tahun mengalami kekeringan. Air adalah kebutuhan utama bagi pertanian kami,” kata perwakilan Pokmas Pertanian, Mahmudah, dalam dialog tersebut.

Selain persoalan air, para petani juga mengharapkan adanya dukungan pemerintah untuk penyediaan bibit dan pupuk.

“Kami masih dalam tahap belajar membuat pupuk sendiri. Mohon ada pendampingan dan dukungan,” tambahnya.

Hal serupa, disampaikan Ketua Pokmas Perikanan, Maria Ulfah, yang menyoroti semakin menurunnya debit air serta rusaknya lingkungan akibat pembalakan liar.

“Debit air sudah sulit mengalir. Hutan yang seharusnya menjadi sumber air justru rusak karena banyaknya penebangan liar. Bahkan pohon durian yang sedang berbuah ikut ditebang oleh oknum pengusaha,” ujarnya.

Dialog ini dihadiri oleh perwakilan dari tujuh kementerian, yakni Kementerian Sosial, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT), Kementerian Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Ketenagakerjaan dan Perlindungan Pekerja Migran. (*/Nandi)

Desa TalagaKrisis AirMancak
Comments (0)
Add Comment