65 Warga Larangan Kramatwatu Mual dan Pusing akibat Kebocoran RCO dari Hotel Forbis

 

SERANG – Sebanyak 65 warga Kampung Larangan, Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, mengalami mual dan pusing akibat terpapar bau menyengat dari aliran kali yang tercemar Rubber Chemical Oil (RCO) milik Hotel Horison Forbis, Jumat malam (8/8/2025).

Pencemaran tersebut terjadi setelah sekitar 50 liter RCO, bahan bakar pengganti solar, bocor dari tangki penyimpanan hotel dan mengalir ke jalur resapan air hujan yang bermuara ke kali di belakang permukiman warga.

“Bahan bakar pengganti solar namanya RCO ini bocor dan mengalir ke kali, yang membuat ada beberapa keluarga terdampak, sekitar 65 orang,” ungkap pejabat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang saat memantau lokasi kejadian bersama warga.

DLH telah melakukan langkah darurat dengan menahan limpasan air agar pencemaran tidak meluas, serta akan mengambil sampel air untuk mengukur tingkat pencemaran.

“Besok kami akan koordinasi dengan DLH Kota Cilegon, karena aliran kali ini menuju wilayah PCI,” tambahnya.

General Manager Hotel Forbis, Luciana Santi, menjelaskan kebocoran terjadi saat pemindahan RCO ke tangki penyimpanan.

“Karena tekanan, tangki bocor dan cairan mengalir ke jalur resapan air hujan yang tidak terhubung dengan IPAL kami. Kami baru mengetahui sekitar jam 8 malam saat warga datang,” katanya.

Pihak hotel mengaku sudah memberikan bantuan awal berupa masker, susu, dan mengirim dokter ke posko warga terdampak.

“Manajemen tetap bertanggung jawab,” tegas Luciana.

Sebelumnya, warga mendatangi hotel untuk menuntut pembersihan kali dan biaya pengobatan bagi korban.

“Kita tetap minta pihak hotel bersihkan kali dan tanggung biaya berobat,” ujar Ahmad, warga Larangan. (*/Ika)

Hotel ForbisKebocoran RCOKramatwatuLarangan
Comments (0)
Add Comment