SERANG — Setelah dilakukan pencarian intensif selama lebih dari delapan jam, seorang nelayan bernama Wartono yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat perahu yang ditumpanginya karam dihantam ombak, akhirnya ditemukan oleh tim SAR dalam kondisi meninggal dunia, Jumat sore (23/01/2026).
Korban yang dinyatakan hilang sejak pukul 08.00 WIB itu ditemukan sekitar pukul 17.30 WIB di Muara Cengkok, sekitar 500 meter dari lokasi perahu tenggelam.
Proses evakuasi jenazah berlangsung cukup dramatis karena medan yang sulit.
Anggota tim SAR, Arif, mengatakan korban ditemukan dalam posisi tengkurap di area muara dan sudah tidak bernyawa.
“Korban ditemukan di Muara Cengkok dalam posisi tengkurap dan dalam kondisi meninggal dunia. Kami sempat mengalami kesulitan saat mengevakuasi jenazah karena lumpur yang tebal dan hutan bakau yang lebat, sehingga proses evakuasi memakan waktu cukup lama. Alhamdulillah, kami dibantu warga sekitar,” ujar Arif.
Ia menambahkan, proses evakuasi jenazah ke daratan memakan waktu hampir satu jam.
“Kurang lebih satu jam proses evakuasi berlangsung. Alhamdulillah jenazah berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah duka,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Serang, Wiwi Laras, mengungkapkan bahwa pencarian korban sempat akan dihentikan dan rencananya dilanjutkan keesokan hari.
“Pencarian sebenarnya sudah kami tutup dan akan dilanjutkan besok. Namun dari arah Muara Cengkok terlihat tim SAR yang masih berada di laut melambaikan tangan ke arah dermaga,” ungkap Wiwi.
Melihat hal tersebut, BPBD langsung mengerahkan dua tim SAR menggunakan speedboat dan kendaraan darat untuk memastikan informasi penemuan korban.
“Setelah kami pastikan, ternyata benar korban berhasil ditemukan, namun sudah dalam kondisi meninggal dunia,” jelasnya.
Jenazah Wartono kemudian langsung dibawa ke rumah duka di Kampung Karang Mulya, Kelurahan Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga, terutama sang istri yang sejak pagi setia menunggu dan menyaksikan proses pencarian di kawasan Pantai Gope.
“Keluarga sangat terpukul. Sejak pagi istri korban terus menunggu di lokasi pencarian,” kata Wiwi.
Rencananya, setelah dimandikan dan disalatkan, jenazah akan disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka dan dimakamkan pada Sabtu (24/01/2026).***