SERANG – Sungguh kasihan bayi bernama Keinarra Adzkia Mecca (8 bulan), anak dari keluarga tidak mampu warga Kampung Sumuranja, Desa Sumuranja, Kecamatan Puloampel ini menderita sakit usus berlipat. Dan kini, kondisi Keinarra masih terkatung-katung dirawat menunggu untuk operasi.
Menurut Ulfi Runadi, orangtua bayi mengatakan, meski ia dan keluarganya memiliki BPJS kelas 2, namun pihak manajeman RS Kurnia yang saat ini sedang menangani pasien, diakuinya masih mencari RS rujukan untuk melakukan operasi.
“Bulan kemarin dirawat satu minggu dengan keluhan yang sama setelah itu boleh pulang. Pas sekarang keluhan yang sama tapi beraknya darah puluhan kali. Setelah di USG harus segera ditangani. Dirujuk ke sana kemari semua rumah sakit penuh. Ada rumah sakit yang tidak kerja sama BPJS minta biaya sebanyak Rp80 juta lebih. Saya pasrah kalau masalah dana pak,” ungkapnya pasrah, kepada faktabanten.co.id, Kamis (7/11/2019).
“RS Kurnia sudah mengupayakan rujukan pak. BPJS aktif pak, dari semalem saya menunggu kepastian,” tambahnya.
Ulfi berharap, anaknya dapat segera dioperasi di RS yang bekerjasama dengan BPJS atau RS yang berkompeten melakukan operasi.
“Harapan saya secepatnya ditangani segera oleh pihak bedah spesialis bedah anak, agar bisa berkumpul kembali dengan keluarga kecil kami,” harapnya.
Hal tersebut dibenarkan oleh Firman, kerabat Ulfi yang merasa iba dan empati akan nasib yang dialamai pasien dan keluarganya.
Untuk itu, ia berinisiatif menggalang donasi kepada masyarakat untuk berkenan dan turut membantu meringankan biaya operasinya.
“Anak temen saya dia terkena usus berlipat dan butuh dibedah, cuma BPJS tidak menanggung kalau buat bedah dan pihak rumah sakit bilang kalau mau dibedah harus menyiapkan dana Rp80 juta,” jelasnya.
“Dia orang gak punya lur, kasihan. Jadi minta tolong buat di-share. Siapa tahu ada yang berniat mulia buat berdonasi ke
Bank BJB 0021371904100 A/N UFI RUNADI nomor rekening donasinya. Atau hubungi Pak Ulfi, 087871922300,” tandasnya. (*/Ilung)