SERANG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Serang meluncurkan inovasi program “ketok pintu” pada tahun 2026 sebagai upaya mempercepat distribusi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kepada masyarakat.
Kepala Bapenda Kota Serang, Hari W Pamungkas, mengatakan program tersebut dilakukan dengan cara memonitor dan mengawasi langsung proses distribusi SPPT yang menjadi kewajiban kecamatan dan kelurahan.
“Bapenda melakukan monitoring dan pengawasan terhadap distribusi SPPT buku 1 sampai dengan buku 3 yang merupakan kewajiban dari kecamatan dan kelurahan. Kami juga memberikan guidance terkait proses distribusinya kepada warga di masing-masing wilayah,” kata Hari, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan, sejak SPPT dibagikan pada 2 Februari 2026, proses distribusi kepada masyarakat sudah berjalan cukup baik dan saat ini telah mencapai hampir setengah dari total yang harus disalurkan.
“Alhamdulillah sudah hampir setengahnya distribusi SPPT kepada masyarakat. Kemungkinan akan dilanjutkan lagi setelah Lebaran untuk penyelesaiannya,” ujarnya.
Melalui program tersebut, Bapenda juga sekaligus melakukan pendataan dan pembaruan data di lapangan apabila ditemukan kendala terkait SPPT.
Menurut Hari, berbagai persoalan yang sering ditemui di antaranya SPPT yang belum terbit, data pembayaran yang belum tercatat di sistem, hingga kendala administrasi lainnya.
“Ada warga yang SPPT-nya belum terbit, ada juga yang sudah melakukan pembayaran tapi di sistem belum tercatat. Dengan turun langsung ke lapangan, persoalan-persoalan seperti ini bisa langsung kami proses dan selesaikan di tempat,” jelasnya.
Selain itu, masyarakat juga menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Bapenda, salah satunya permintaan adanya lokasi khusus untuk pembayaran PBB di wilayah mereka.
Namun demikian, Bapenda Kota Serang telah menyediakan layanan pembayaran melalui mobil keliling atau Carling yang dijadwalkan hadir di berbagai wilayah.
“Masyarakat sebenarnya mengusulkan tempat permanen untuk pembayaran PBB. Tapi kami sudah memiliki layanan mobile melalui mobil carling yang datang sesuai jadwal di setiap kecamatan,” katanya.
Sementara itu, dari sisi penerimaan pajak, realisasi pembayaran PBB di triwulan pertama tahun 2026 saat ini telah mencapai sekitar 19 persen dari target.
Dari target tahunan sebesar Rp51 miliar, target penerimaan pada triwulan pertama berada di angka Rp6,120 miliar, dan hingga saat ini realisasi telah mencapai sekitar Rp4,5 miliar.
“Mudah-mudahan sampai akhir Maret target triwulan pertama bisa tercapai,” ujarnya.
Untuk mempermudah masyarakat, Bapenda Kota Serang juga telah membuka berbagai kanal pembayaran digital dan perbankan.
“Semua channel modern sudah kami buka. Masyarakat bisa membayar melalui Himbara, Bank BJB, Bank Banten, BNI, BCA, maupun melalui platform digital seperti Tokopedia, OVO, dan DANA,” pungkasnya.***