SERANG – Suasana kemerdekaan diwarnai dengan suasana gembira, namun tidak dengan warga Pulau sangiang, Kabupaten Serang.
Warga Pulau sangiang menikmati suasana kemerdekaan dengan nonton bareng film “Dragon For Sale” karya wachdoc tim Indonesia Baru.
Film dragon for sale menceritakan perjuangan masyarakat pulau komodo yang terancam terusir dari pulau karena program pemerintah dengan menjadikan tempat wisata premium Jurassic Park Komodo.
Pulau Sangiang pun tidak jauh berbeda memiliki permasalahan dimana mereka yang sudah meninggali pulau Sangiang dari abad 19, mereka dipaksa meninggalkan pulau dengan karena kedatangan PT. Pondok Kalimaya Putih (PKP).
“Perusahan ini sudah lewat masa izinnya di Pulau Sangiang, HGB selama 30 Tahun yang pernah keluarkan oleh Pemerintah sudah tidak berlaku lagi,” ucap Aktifis Ali Taufan Juru kampanye PENA Masyarakat, Kamis (17/8/2023).
“Adanya PT. Pondok Kalimaya Putih sama sekali tidak membawa dampak positif bagi kelangsungan hidup warga. Hasrat penguasaan Pulau oleh PT Pondok Kalimaya Putih dilakukan dengan berbagai cara dari kriminalisasi sampai merayu masyarakat untuk melepas lahan garapannya. Selain itu, PKP juga terindikasi melepasliarkan babi, dan ular untuk mengganggu aktivitas warga,” tambahnya.
Lanjut Ali, mengatakan tidak hanya memperingati dengan menonton film dokumenter Watchdoc “Dragon for sale” masyarakat Pulau Sangiang juga melakukan upacara bendera setengah tiang sebagai bentuk ketidak adilan.
“Pengibaran setengah tiang sebagai simbol dimana warga Pulau Sangiang masih belum merdeka atas hak tanahnya,” ucap Ali.
“Mereka masih dijajah oleh pemerintah dan investor dengan dalih memajukan perekonomian yang dilakukan PT. PKP tidak jauh hanya penguasaan pulau untuk kepentingan pribadi dan kelompok,” pungkasnya. (*/Fachrul)