SERANG – Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, angkat bicara terkait insiden kericuhan yang diduga melibatkan sejumlah oknum suporter usai kegiatan komunitas The Jakmania Kabupaten Serang di Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Minggu (7/6/2026) malam.
Melalui pernyataan resminya di media sosial, Diky menegaskan bahwa tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun.
Menurut Diky, kegiatan yang digelar The Jakmania Kabupaten Serang sebagai subwilayah resmi Koordinator Wilayah Cikupa berlangsung aman dan lancar hingga selesai sekitar pukul 23.00 WIB.
Acara tersebut disebut telah mengantongi izin serta berada dalam pengamanan aparat kepolisian.
“Setelah acara, kami mendengar kabar bahwa terjadi kejadian yang tidak kami inginkan. Kami menyesalkan kejadian yang terjadi di wilayah Kragilan, Kabupaten Serang,” tulis Diky dalam pernyataannya di instagram pribadinya.
Ia menjelaskan, sejak menerima informasi mengenai insiden tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah Cikupa untuk memperoleh kronologi secara utuh sekaligus memastikan situasi dapat ditangani dengan baik.
Diky juga mengaku menerima informasi mengenai adanya bentrokan yang melibatkan sejumlah anggota The Jakmania dengan kelompok suporter lain.
Selain itu, pihaknya turut mendengar adanya korban luka hingga anak-anak dan balita yang mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.
“Atas semua itu, kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam kepada seluruh pihak yang terdampak,” ujarnya.
Dalam keterangannya, Diky menyebut situasi memanas setelah beredar informasi mengenai adanya penyerangan terhadap kelompok The Jakmania yang kemudian berujung bentrokan di lokasi lain yang tidak jauh dari tempat acara berlangsung.
Ia mengungkapkan, dalam perjalanan pulang, sebagian anggota suporter disebut terprovokasi setelah melihat sebuah ruko yang menggunakan atribut Persib Bandung atau Viking. Kondisi tersebut kemudian berujung pada aksi penyerangan terhadap lokasi tersebut.
“Ini adalah kejadian yang tidak seharusnya terjadi dan sangat kami sesalkan,” katanya.
Terkait kabar adanya anak-anak dan balita yang mengalami trauma, Diky menegaskan bahwa keselamatan dan perlindungan anak harus menjadi perhatian bersama.
Menurutnya, anak-anak berhak mendapatkan rasa aman dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka.
Karena itu, seluruh pihak harus memastikan anak-anak tidak berada dalam situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan maupun kondisi psikologis mereka.
Lebih lanjut, Diky menegaskan The Jakmania akan bersikap kooperatif dan mendukung setiap proses yang dilakukan pihak berwenang untuk mengungkap fakta secara utuh dan adil.
“Kami ingin menegaskan bahwa tidak ada pembenaran apa pun terhadap tindakan kekerasan. Apa pun latar belakang dan pemicunya, tindakan yang mengakibatkan orang lain terluka, merasa terancam, atau mengalami trauma tidak dapat dibenarkan,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak memperkeruh suasana dengan asumsi maupun provokasi baru agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Semua yang terlibat dalam kejadian ini sama-sama rugi. Ada yang terluka, ada yang kecewa, dan ada situasi yang seharusnya tidak pernah terjadi. Tidak ada pembenaran untuk kekerasan dan tidak ada alasan untuk menambah luka dengan provokasi baru,” pungkasnya.***