Diskoperindag Kabupaten Serang Sebut Kenaikan Harga Daging Ayam Masih Wajar

SERANG – Menanggapi adanya kenaikan harga pada daging ayam di Pasar Ciruas, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang menyebut kenaikan tersebut dinilai masih wajar. Hal itu lantaran stok daging ayam sedang panen.

Pelaksana Sarana Prasarana Perdagangan pada Diskoperindag Kabupaten Serang, Sobari mengatakan pihaknya sudah terjun dan memantau kondisi harga di pasar-pasar seperti Pasar Baros dan Petir saja.

“Memang Ciruas harganya agak tinggi kaya pasar Rau. Sebetulnya tadi pantauan tim kami di Pasar Baros dan Petir masih Rp 35 ribu,” ujarnya saat di konfirmasi, Kamis (1/4/2021).

Menurutnya, perbandingan harga tersebut lantaran Pasar Petir dan Baros berdekatan dengan peternakan ayam yang berada di Kecamatan Cikeusal maupun Petir. Sehingga timbul adanya perbedaan harga.

Baca juga: Pedagang Daging Ayam di Serang Ngeluh Sepi Pembeli

“Jadi gini, kalau Petir dan Baros itu kan Deket dari kandang dari Cikeusal- Petir. Jadi kadang harganya tidak naik. Tapi naik Rp 2 ribu masih wajar, stok masih banyak. Tahun dulu juga harga sampe Rp 40 ribu gitu,” tuturnya.

Ia mengatakan, terkadang pedagang menaikkan harga saat perusahaan penyalur daging ayam tutup di hari Minggu atau berhenti mengeluarkan barang sementara. Kebutuhan pembeli di pasar banyak, sedangkan stok hanya masih tersisa yang kemarin.

“Kadang pedagang itu menaikkan harga di hari minggu. Di hari Minggu juga para peternak itu sudah MoU dengan perusahaan. Di saat hari minggu perusahaan nya tutup dan tidak mengeluarkan barang, nah disitu kadang dari sisi barang kan kurang, mereka menjual stok kemaren. Tapi besoknya biasanya juga turun lagi,” katanya.

Pihaknya mengatakan tidak ada pengaruh kepada minat beli masyarakat dengan adanya kenaikan harga yang tidak signifikan. Selain itu, stok kondisi daging ayam saat ini pun masih terbilang aman.

“Tapi dengan kenaikan harga segitu mungkin tidak berpengaruh di masyarakat ya, kan saat ini kondisi daging ayam juga lagi panen lagi banyak tidak seperti daging sapi kemarin ada gejolak ya,” tukasnya. (*/Roel)

Comments (0)
Add Comment