SERANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang terus berupaya mencari solusi permanen untuk mengatasi persoalan penumpukan sampah di Desa Bolang, Kecamatan Lebakwangi.
Masalah ini telah menjadi sorotan warga Kampung Karang Jetak yang mengeluhkan dampak lingkungan akibat keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) di wilayah tersebut.
Kepala DLH Kabupaten Serang, Sarudin, mengatakan pihaknya tengah mencari lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sesuai agar pengelolaan sampah di wilayah Bolang dapat tertangani secara menyeluruh.
“Kami masih berupaya mencari TPA yang sesuai, tapi sejauh ini belum ada hasil yang pasti. Kami sudah menjalin komunikasi dengan beberapa pemerintah daerah seperti Pandeglang, Lebak, dan Cilegon, namun belum ada kesepakatan,” ujar Sarudin saat dihubungi, Kamis (13/11/2025).
Menurut Sarudin, salah satu kendala utama adalah adanya penolakan masyarakat di sekitar calon lokasi TPA, sehingga Pemkab Serang perlu berhati-hati dalam menentukan tempat yang tepat.
“Warga di sekitar lokasi masih belum kondusif dengan rencana pembangunan TPA, sehingga kami harus mencari solusi yang bisa diterima semua pihak,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pemkab Serang juga tengah menunggu tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Lebak terkait rencana kerja sama pengelolaan sampah lintas wilayah.
Selain itu, komunikasi dengan Pemerintah Kota Cilegon juga terus dilakukan meski belum mencapai kesepakatan.
“Kami masih menunggu respons dari Lebak, dan terus berkoordinasi dengan Cilegon,” kata Sarudin.
Sarudin berharap program pengelolaan sampah untuk energi listrik (PSEL) yang direncanakan berjalan dalam dua tahun ke depan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi permasalahan sampah di Kabupaten Serang.
“Kami berharap PSEL ini bisa menjadi solusi permanen agar tidak ada lagi TPS di tengah permukiman warga,” ujarnya.
Sementara itu, warga Kampung Karang Jetak, Desa Bolang yang enggan menyebutkan nama berharap upaya pemerintah daerah segera membuahkan hasil.
Mereka mengaku sudah dua tahun merasakan dampak negatif dari TPS yang menimbulkan bau menyengat, banyak lalat, hingga asap pembakaran sampah setiap malam.
“Kalau sampah dibakar, asapnya masuk ke rumah-rumah warga. Anak-anak sekolah juga terganggu karena TPS ini dekat lingkungan sekolah. Kami hanya ingin TPS ini dipindahkan ke tempat yang lebih layak,” ungkap salah satu warga.
Masyarakat berharap DLH Kabupaten Serang segera menindaklanjuti persoalan tersebut agar kesehatan dan kenyamanan warga kembali terjaga.***