SERANG – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Serang memastikan bantuan benih bagi petani terdampak banjir Kabupaten Serang masih dalam proses pengajuan di Kementerian Pertanian.
Kepala DPKP Kabupaten Serang, Suhardjo, menyampaikan bahwa distribusi benih akan segera dilakukan setelah bantuan turun dari pemerintah pusat.
Suhardjo menjelaskan, dari total 2.673 hektare lahan pertanian yang terdampak banjir, sebanyak 722 hektare dinyatakan puso (fuso).
Pemerintah daerah telah mengajukan bantuan benih seluas 4.000 hektare secara bersamaan dengan pengajuan reguler, bukan hanya karena bencana.
“Benih belum kita salurkan karena memang belum turun dari kementerian. Dari 2.673 hektare terdampak banjir, 722 hektare dinyatakan fuso. Kita ajukan 4.000 hektare berbarengan dengan reguler, tapi tetap kita utamakan yang terdampak banjir,” ujar Suhardjo, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, proses pengadaan sepenuhnya dilakukan di tingkat pusat. Pemerintah Kabupaten Serang hanya menerima dan langsung mendistribusikan kepada kelompok tani setelah bantuan tersedia.
“Kita hanya menerima barang. Begitu turun, langsung kita distribusikan ke masing-masing kelompok tani. Bukan hanya yang terdampak banjir, tapi juga petani reguler, namun prioritas tetap bagi yang terdampak,” jelasnya.
Suhardjo menambahkan, pihaknya belum bisa memastikan waktu turunnya bantuan karena pengajuan dilakukan oleh seluruh daerah di Indonesia. Meski demikian, pihaknya terus melakukan monitoring ke kementerian agar bantuan segera terealisasi.
Saat ini, para petani di Kabupaten Serang tengah memasuki masa panen. Ia memperkirakan distribusi benih kemungkinan dilakukan setelah bulan puasa.
“Sekarang petani sedang panen dan fokus ibadah saat Ramadan. Biasanya tanam dilakukan setelah Lebaran atau sekitar Maret. Jadi kemungkinan distribusi dan semai tanam dilakukan setelah itu,” katanya.
Adapun skema bantuan yang diajukan yakni 25 kilogram benih per hektare. Dari usulan awal sebesar 24.000 hektare, yang diakomodir sebanyak 15.000 hektare untuk seluruh wilayah Kabupaten Serang.
Tak hanya fokus pada pemulihan pascabanjir, Dinas Pertanian juga optimistis target produksi pangan tahun 2026 dapat tercapai bahkan melampaui target.
Pada tahun 2025, Kabupaten Serang berhasil mencatat surplus produksi hingga 114 persen. Dari target 540 ton, realisasi panen mencapai 600 ton.
“Insyaallah tahun 2026 kita targetkan 571 ton. Kita optimistis bisa melebihi target, karena ada peningkatan indeks pertanaman. Yang sebelumnya satu kali panen kita dorong menjadi dua kali, dan yang dua kali kita targetkan menjadi tiga kali panen dalam setahun,” ungkap Suhardjo.
Strategi peningkatan frekuensi tanam tersebut menjadi fokus utama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Serang dalam menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Dengan dukungan bantuan benih dari pemerintah pusat serta optimalisasi pola tanam, Kabupaten Serang diharapkan kembali mencatatkan surplus produksi dan memperkuat posisinya sebagai salah satu lumbung pangan di Provinsi Banten. (*/Adv)