SERANG – Ahmad Fauji, warga Kampung Tegal, Desa Cikoneng, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, berhasil mengembangkan usaha budidaya benih ikan lele yang telah digelutinya selama empat tahun terakhir.
Dari usaha tersebut, ia mampu meraup omzet hingga puluhan juta rupiah setiap bulan.
Fauji, mengelola sedikitnya 17 kolam budidaya dengan 12 induk lele unggulan. Pada awal merintis usaha, ia mengucurkan modal sekitar Rp50 juta yang digunakan untuk pembangunan kolam serta pengadaan peralatan pendukung.
Sementara itu, biaya operasional pakan mencapai sekitar Rp4 juta setiap bulan.
“Dalam satu bulan, keuntungan bersih bisa mencapai Rp10 juta. Panen dilakukan dua bulan sekali dengan hasil sekitar 50 ribu ekor benih,” ujar Fauzi saat ditemui, Minggu, (21/12/2025).
Benih lele yang dihasilkan umumnya berukuran 7 hingga 8 sentimeter dan dipasarkan dengan harga Rp200 per ekor. Saat ini, jangkauan pemasaran masih terbatas di wilayah Mancak dan Kota Cilegon.
Meski menjanjikan secara ekonomi, Fauji mengaku usaha budidaya benih lele tidak lepas dari berbagai tantangan, terutama faktor cuaca.
Perubahan cuaca yang ekstrem mengharuskannya melakukan penyortiran benih secara rutin serta penggantian air kolam lebih sering untuk menjaga kualitas dan tingkat kelangsungan hidup benih.
Selain itu, tingginya biaya pakan juga menjadi beban tersendiri. Ia menyebutkan, harga cacing sutera sebagai pakan utama benih lele mencapai Rp30 ribu per liter.
Dalam sekali pembelian, ia membutuhkan sekitar 60 liter yang dapat habis dalam waktu singkat.
“Biaya pakan cukup besar dan terus meningkat,” katanya.
Fauji menuturkan, hingga kini belum ada dukungan dari pemerintah, baik berupa bantuan modal maupun pembinaan teknis.
Ia berharap pemerintah dapat hadir melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan guna mendorong pengembangan ekonomi masyarakat lokal.
“Harapannya ada bantuan atau pembinaan agar usaha seperti ini bisa berkembang lebih besar dan memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya.***