SERANG – Kebijakan penghapusan nomor kursi di Kereta Lokal Rangkasbitung-Merak menuai kritik dari penumpang.
Sejumlah penumpang mengeluhkan kondisi di dalam kereta yang semakin semrawut akibat sistem tempat duduk bebas, yang menyebabkan rebutan kursi hingga dorong-mendorong.
Rohman, salah satu penumpang yang naik dari Stasiun Rangkasbitung dan hendak turun di Stasiun Walantaka, menyoroti situasi yang makin tidak nyaman.
“Sekarang kalau naik kereta tuh rebutan duduk. Yang naik duluan langsung nyari tempat, kadang dorong-dorongan. Lantai juga licin, saya khawatir ada yang jatuh,” ujar Rohman kepada Fakta Banten, di Rangkasbitung, Lebak, Kamis (27/2/2025).
Menurutnya, sistem nomor kursi sebelumnya lebih tertib dan menghindarkan penumpang dari kekacauan saat mencari tempat duduk.
Ia juga mengungkapkan bahwa sistem baru ini justru memperlambat proses naik turun penumpang, karena banyak yang berebut tempat duduk begitu naik ke dalam gerbong.
“Dulu kita naik tenang, tinggal cari nomor kursi yang sesuai tiket. Sekarang begitu pintu dibuka, semua langsung buru-buru cari tempat,” tambah Rohman.
Ia berharap pihak PT KAI bisa mengevaluasi kebijakan ini agar kenyamanan dan keselamatan penumpang tetap terjaga.
Menurutnya, jika tujuan perubahan ini adalah efisiensi, justru yang terjadi adalah ketidakteraturan dan membuat penumpang tidak nyaman.
“Harusnya dipikirin lagi, jangan sampai ada korban dulu baru dibenerin. Kalau memang mau tetap bebas tempat duduk, mungkin bisa dibatasi jumlah penumpang biar tidak terlalu padat,” pungkasnya. (*/Hery)