SERANG – Aksi unjuk rasa warga Bojonegara dan Puloampel, Kabupaten Serang, pada Senin (17/11/2025), membuat akses truk-truk besar menuju Pintu Tol Cilegon Timur lumpuh.
Kendaraan berukuran besar itu terpaksa menunggu dan memarkirkan unitnya di bahu jalan kawasan pintu tol.
Salah satu sopir truk pembawa bahan kimia, Adam Hadi, mengaku memahami alasan warga melakukan aksi tersebut.
“Saya memahami betul apa yang menjadi keresahan masyarakat sekitar atas apa yang terjadi,” ujarnya kepada Fakta Banten.
Adam mengakui aksi tersebut berdampak pada pekerjaannya, sebab ia berpotensi terlambat membongkar muatan.
Namun demikian, ia tetap menghormati langkah yang diambil warga.
“Saat ini memang agak terganggu karena saya bisa telat bongkar jika terus menunggu, tapi kami menghargai apa yang diupayakan masyarakat,” katanya.
Ia juga berharap persoalan kemacetan yang kerap terjadi di wilayah tersebut dapat segera ditangani.
“Semoga ke depan ada hasil yang lebih baik. Terima kasih,” ujarnya.
Aksi warga itu menuntut Gubernur Banten, Andra Soni, agar segera menuntaskan persoalan kemacetan kronis di ruas jalan Bojonegara–Puloampel yang disebabkan oleh padatnya lalu lintas truk besar. ***