SERANG — Puluhan perwakilan organisasi, komunitas, dan tokoh masyarakat mendeklarasikan Gerakan Masyarakat Bojonegara Puloampel (GEMA BP) di Aula Gedung PGRI Puloampel, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Sabtu (14/2/2026).
Deklarasi tersebut disebut sebagai puncak kegelisahan warga atas persoalan infrastruktur, lemahnya penegakan aturan, serta kerusakan lingkungan di wilayah Bojonegara dan Puloampel.
Koordinator Presidium GEMA BP Ari Dailami dalam orasi bertajuk “Bedah Data: Mengapa Kita Bicara?” menyatakan kawasan itu berada pada titik krusial pembangunan.
“Kita diwarisi darah pejuang oleh leluhur. Jika hari ini kompak, pembangunan masif akan terjadi. Namun jika lemah, kita akan terus tergilas dan dimarginalkan di tanah sendiri,” kata Ari, dalam keterangan resmi.
Ia memaparkan kerugian ekonomi akibat kemacetan kronis di ruas jalan nasional Serdang–Bojonegara–Merak (SBM).
Menurutnya, perjalanan yang seharusnya ditempuh sekitar 15 menit kini bisa mencapai tiga jam karena buruknya manajemen proyek perbaikan jalan.
“Ini bukan sekadar macet, ini pencurian waktu dan ekonomi. UMKM lumpuh, biaya logistik industri membengkak, bahkan nyawa warga terancam karena akses darurat sering tersumbat. Ini kegagalan sistemik,” ujarnya.
GEMA BP juga mengkritik implementasi Keputusan Gubernur Banten Nomor 567 Tahun 2025 tentang pembatasan jam operasional angkutan tambang yang dinilai tidak efektif.
“Menjalankan aturan tanpa sanksi bukan memerintah, tapi hanya memberi saran. Rakyat tidak membayar pajak untuk mendapatkan saran,” tegasnya.
Terkait aktivitas pertambangan galian C, GEMA BP menuntut transparansi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta audit lingkungan menyeluruh.
Mereka menilai batas wilayah tambang semakin mendekati permukiman dan kontribusi pajaknya tidak sebanding dengan kerusakan infrastruktur.
GEMA BP menyatakan akan bergerak dengan prinsip “satu suara, satu tuntutan, satu komando” hingga pemerintah merealisasikan kebijakan konkret.
“Apapun keputusan musyawarah GEMA BP, kami di presidium akan berdiri di depan memikul perjuangan ini bersama rakyat,” kata Ari.***