SERANG – Karang Taruna Desa Sindangmandi, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, menggelar Festival Qasidah Rebana tingkat desa yang dipusatkan di Kampung Bengras, Minggu (25/5/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan seni musik Islami sekaligus mempererat silaturahmi antar warga.
Festival yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB pagi tersebut diikuti oleh delapan grup qasidah yang berasal dari berbagai kampung di Desa Sindangmandi, antara lain seperti dari Kampung Babakan, Bengras, dan Jaha.
Puncak acara dilaksanakan pada malam hari dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah kepada para juara.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Pjs Kepala Desa Sindangmandi, Ketua Karang Taruna Kecamatan Anyar, Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT), tokoh masyarakat, serta puluhan lebih warga dari berbagai kalangan.
Ketua Karang Taruna Desa Sindangmandi, Heri Kurniawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk membangun tradisi seni Islami yang lebih semarak di masa mendatang.
“Acara ini baru pertama kali diadakan sebagai gebrakan awal. Harapannya ke depan bisa menjadi ajang silaturahmi yang meriah dan menjadi hiburan bagi masyarakat,” ujarnya.
Heri juga menambahkan bahwa seni qasidah sangat diminati masyarakat Desa Sindangmandi, sehingga kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi pengembangan minat dan bakat warga, khususnya generasi muda.
Sementara itu, Pjs Kepala Desa Sindang Mandi, Munimi, mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan positif seperti ini, kita bisa mempererat silaturahmi antar warga serta menggali potensi pemuda dalam melestarikan musik Islami dan budaya keagamaan,” kata Munimi.
Dalam perlombaan tersebut, grup qasidah Nuruh Hidayah dari Kampung Jaha berhasil meraih juara pertama, disusul Al-Buntani sebagai juara kedua, dan Asyifa sebagai juara ketiga.
Sementara untuk kategori harapan, Nurul Yakni meraih harapan satu, dan Nurul Huda meraih harapan dua.
Kemeriahan acara terasa hingga malam hari dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, mulai dari kaum ibu-ibu, bapak-bapak, remaja hingga anak-anak yang turut menyaksikan jalannya festival.
Antusiasme dan dukungan masyarakat desa kepada acara tersebut dibuktikan dengan banyaknya yang memberikan saweran saat grup qosidah menunjukkan penampilannya. (*/Nandi)