SERANG — Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Serang, Banten, membuat kebutuhan air bersih masyarakat meningkat.
Kondisi tersebut mendorong DPC Gerindra Kabupaten Serang bersama Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang dan Tunas Indonesia Raya (Tidar) Banten menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang, Muhibbin, mengatakan bantuan air bersih telah disalurkan ke sekitar delapan titik yang tersebar di Kecamatan Pontang dan Tirtayasa.
Menurutnya, distribusi air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian Partai Gerindra terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Ya, kita mengirim bantuan air bersih ke beberapa desa di Kecamatan Pontang dan juga Tirtayasa. Sekitar ada delapan titik, ada delapan desa,” ujar Muhibin, Minggu (30/8/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan DPC Gerindra Kabupaten Serang bersama Fraksi Gerindra Kabupaten Serang dan Tidar Banten.
Bantuan diberikan untuk meringankan beban masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan.
“Kondisi masyarakat sangat membutuhkan air bersih tersebut, karena kekeringan di tahun ini sangat banyak yang terdampak. Maka kehadiran kita memberikan air bersih dalam rangka meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Muhibbin menyebut bantuan air bersih yang disalurkan mencapai sekitar 80 ribu liter dalam satu tangki. Distribusi dilakukan secara rutin dan diupayakan berkelanjutan selama masyarakat masih membutuhkan.
“Satu tangki sekitar 8.000 liter. Dan hampir tiap hari kita kirim terus. Jadi struktur partai DPC Gerindra Kabupaten Serang dan juga sayap partai Tidar Banten itu hampir tiap hari kirim bantuan air bersih,” jelasnya.
Ketua Tidar Banten, Hijaz Mahesa, menambahkan pihaknya telah melakukan distribusi air bersih sejak 17 Agustus 2026.
Penyaluran dilakukan di sejumlah titik bersama Sekretaris DPD Gerindra Banten sekaligus anggota DPR RI daerah pemilihan Banten II, Annisa Mahesa.
“Kami sudah mendistribusikan di delapan titik juga, yang di mana satu titiknya itu kita memberikan dua sampai tiga truk yang berisikan 8.000 liter,” kata Hijaz.
Menurut Hijaz, permintaan bantuan air bersih dari masyarakat cukup tinggi. Kekeringan tidak hanya berdampak pada kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mulai memengaruhi sektor pertanian.
“Permintaan masyarakat jelas sudah banyak karena mereka juga mengalami kekeringan yang sangat merugikan bagi mereka, ada yang gagal panen segala macam,” ujarnya.
Ia mengatakan Kabupaten Serang menjadi salah satu wilayah di Banten yang cukup banyak menerima permintaan distribusi air bersih.
Selain bantuan darurat, Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang mendorong pemerintah menyiapkan langkah penanganan kekeringan dalam jangka panjang.
Muhibbin mengatakan salah satu langkah yang perlu diperkuat adalah optimalisasi pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), termasuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan air bersih.
“Kita upayakan, kita lakukan. Salah satu di antaranya adalah bagaimana kemudian kita mengoptimalkan layanan PDAM,” katanya.
Ia juga mendorong pemerintah untuk membuka dan mengoptimalkan sumber-sumber air baku sebagai upaya mengurangi dampak kekeringan terhadap masyarakat.
Selain itu, normalisasi sungai dan saluran air juga dinilai penting, terutama di wilayah yang mengalami sedimentasi.
“Di samping normalisasi kali-kali yang memang terkena sedimentasi,” ujarnya.
Muhibbin mengakui normalisasi sejumlah sungai menjadi kewenangan pemerintah pusat karena berkaitan dengan anggaran APBN. Meski demikian, pihaknya akan terus mendorong dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Karena normalisasi ini adalah kewenangannya APBN, kita selalu mendorong dan berkoordinasi, baik di DPRD dan juga OPD terkait yang ada di Pemkab Serang,” pungkasnya.
Upaya distribusi air bersih tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kekeringan, sembari pemerintah dan pemangku kepentingan menyiapkan solusi yang lebih permanen untuk meningkatkan ketahanan air di Kabupaten Serang.***