SERANG – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Serang mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang agar mempertimbangkan pembangunan puskesmas terapung sebagai solusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Usulan tersebut ditujukan untuk menjangkau warga di tiga pulau terluar Kabupaten Serang, yakni Pulau Sangiang, Pulau Panjang, dan Pulau Tunda, yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan.
Fraksi Gerindra menilai kondisi geografis kepulauan membutuhkan pola pelayanan yang berbeda dengan wilayah daratan.
Jarak tempuh yang jauh serta keterbatasan transportasi laut kerap menjadi hambatan utama masyarakat untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibin, mengatakan puskesmas terapung merupakan langkah konkret untuk memperkuat pemerataan layanan kesehatan hingga wilayah terluar.
“Wilayah kepulauan memiliki karakteristik khusus. Akses menuju fasilitas kesehatan di darat tidak selalu mudah, sehingga diperlukan inovasi layanan yang benar-benar mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Kang Ibin, Rabu (4/2/2026).
Ia menambahkan, dari sisi teknis dan operasional, pembangunan puskesmas terapung relatif mudah untuk direalisasikan oleh pemerintah daerah.
“Secara teknis tidak rumit. Pemerintah daerah cukup menyiapkan satu unit kapal yang layak dan memenuhi standar pelayanan medis,” jelasnya.
Sementara itu, untuk pemenuhan tenaga kesehatan dan peralatan medis, Kang Ibin menilai hal tersebut dapat disinergikan dengan puskesmas induk yang telah ada di wilayah terdekat.
“Tenaga medis dan alat kesehatan bisa disuplai dari puskesmas induk di Kecamatan Tirtayasa, Pulau Ampel, dan Anyer,” tambahnya.
Dengan skema tersebut, puskesmas terapung diharapkan mampu berfungsi sebagai perpanjangan layanan kesehatan darat, sekaligus hadir secara rutin di wilayah kepulauan.
Fraksi Gerindra berharap langkah ini dapat mendorong pemerataan pelayanan kesehatan di Kabupaten Serang agar benar-benar dirasakan oleh masyarakat hingga pulau-pulau terluar.***